Lurah Tegaskan Wajib Miliki Lahan Koperasi
- 27 Feb 2026 12:47 WIB
- Fak Fak
RRI.CO.ID, Fakfak- Kepala Kelurahan Fakfak Selatan, Sazkia Madu, menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan lahan bagi keberlangsungan Koperasi Merah Putih di wilayahnya. Ia menyatakan, upaya tersebut dilakukan demi mewujudkan kemandirian ekonomi masyarakat serta memastikan koperasi dapat berjalan secara berkelanjutan.
Menurut Sazkia, keberadaan lahan menjadi faktor penting dalam mendukung aktivitas dan pengembangan koperasi ke depan. “Kalau harapannya saya, makanya ini saya harus lebih gigih untuk memperjuangkan lahan. Sehingga apa yang menjadi harapan kami, harapan koperasi, harapan dari Pak Prabowo dan Pak Gibran, bahwa kita itu bisa berdaya,” ujarnya.
Ia menekankan, dirinya tidak ingin koperasi yang telah dibentuk hanya berjalan satu hingga dua tahun, lalu berhenti di tengah jalan. “Saya tidak mau bahwa ada koperasi yang kita lihat ini 1-2 tahun, kemudian 5 tahun, tetapi kemudian berakhir dengan lapse. Kenapa? Kembali ke manusia yang mengelolanya. Manajemennya yang harus dikelola dengan baik,” katanya.
Sazkia mengakui, keberhasilan koperasi sangat ditentukan oleh sumber daya manusia dan tata kelola yang profesional. Ia berharap, siapapun yang nantinya mengelola koperasi dapat meningkatkan kinerja organisasi agar lebih maju dan berdaya saing.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kepemilikan lahan menjadi tujuan utamanya selama menjabat sebagai lurah. “Di zamannya saya masih jadi lurah, saya harus punya lahan. Itu yang menjadi tujuan utama saya. Ketika saya jadi lurah, maka wajib hukumnya saya punya lahan,” tegasnya.
Ia juga mengungkapkan ketertarikannya pada sejumlah lokasi strategis, termasuk lahan di belakang dan samping Bank Papua yang dinilainya berpotensi untuk dimanfaatkan. Menurutnya, peluang selalu ada selama ada semangat dan kesungguhan untuk memperjuangkannya.
Meski menyadari adanya risiko dan potensi kecemburuan sosial, Sazkia mengaku tetap berkomitmen memperjuangkan lahan tersebut, bahkan jika harus mendapat dukungan dari pimpinan daerah. “Walaupun misalnya saya diperjuangkan oleh Pak Wakil atau Pak Bupati, mungkin ada yang cemburu karena saya yang gigih. Tapi saya berharap kalau saya punya lahan itu tidak ada yang tidak mungkin,” ungkapnya.
Di sisi lain, ia juga mulai memperkuat komitmen internal koperasi dengan mewajibkan anggota membayar simpanan pokok dan simpanan wajib mulai Juli mendatang. Ia menegaskan tidak akan menggunakan dana pribadi untuk menutupi kewajiban anggota. “Saya juga belum berani merekrut anggota lain. Tapi anggota yang sudah ada, saya wajibkan bayar. Saya tidak mau bayar pakai uang pribadi. Jadi seperti itu saya bilang sama mereka,” pungkasnya.