Budidaya Nenas di Sukuru Tuare menuju Wisata Buah
- 24 Feb 2026 09:47 WIB
- Fak Fak
RRI.CO.ID, Fakfak - Upaya memperkuat ketahanan pangan terus dilakukan melalui pendampingan budidaya tanaman nenas di Kampung Sukuru Tuare, Kabupaten Fakfak. Kegiatan ini melibatkan Kelompok Tani Tanjojor dengan pendampingan langsung dari penyuluh pertanian.
Pendamping pertanian Kampung Sukuru Tuare, Jajuli, mengatakan wilayah tersebut memiliki potensi besar untuk pengembangan nenas. Hal itu disampaikannya saat ditemui RRI di lokasi penanaman nenas, Selasa 24 Februari 2026.
Ia menjelaskan, budidaya nenas sebenarnya sudah pernah dicoba beberapa tahun lalu dengan hasil yang cukup baik. “Tanaman nenas ini sudah kita coba beberapa tahun yang lalu dan hasilnya memuaskan,” ujar Jajuli.
Namun, menurutnya, program tersebut sempat terhenti akibat pendampingan yang tidak berjalan. “Karena memang kami pindah, akhirnya pendampingan tidak jalan,” katanya.
Jajuli menambahkan, pendampingan kini kembali dimulai dengan metode yang lebih terencana. “Sekarang ini kita coba mulai lagi dengan cara yang kita kembangkan, dengan harapan bisa berjalan dengan baik,” ucapnya.
Pembukaan lahan dilakukan sejak Juli 2025 dengan tahapan pembersihan dan pembongkaran lahan. Proses tersebut mencakup penebangan kayu yang dinilai tidak produktif sebelum dilakukan penanaman.
“Hingga saat ini sudah dilakukan penanaman tiga sampai empat kali dengan jumlah sekitar seribu pohon nenas,” kata Jajuli. Selain nenas, pihaknya juga merencanakan penanaman durian kerakbum sebagai tanaman buah lokal Fakfak.
Dalam penerapan teknis budidaya, pola tanam disesuaikan dengan ketersediaan bibit yang masih terbatas. “Untuk sementara kita gunakan jarak tanam satu meter berbanding dua meter, sambil menunggu kesiapan bibit,” jelasnya.
Ia menegaskan, keberhasilan program tidak hanya diukur dari hasil panen, tetapi keberlanjutan produksi ke depan. “Harapan kami, ini bisa menjadi ikon, bahkan dikembangkan sebagai wisata buah, sehingga ke depan kita tidak lagi mendatangkan nenas dari luar daerah,” pungkas Jajuli.