Pendampingan Intensif Nenas Perkuat Ketahanan Pangan
- 24 Feb 2026 09:32 WIB
- Fak Fak
RRI.CO.ID,Fakfak - Pendampingan budidaya tanaman nenas terus dilakukan di Kampung Sukuru Tuare, Kabupaten Fakfak, guna mendukung ketahanan pangan daerah. Program ini menyasar penguatan produksi lokal melalui peran aktif penyuluh dan kelompok tani.
Pendamping pertanian setempat, Jajuli, mengatakan potensi lahan di kampung tersebut cukup baik untuk pengembangan nenas. Ia menyampaikan hal itu saat ditemui RRI di lokasi penanaman, Selasa 24 Februari 2026.
Menurutnya, budidaya nenas pernah dicoba beberapa tahun lalu dengan hasil yang memuaskan. Namun, pendampingan terhenti karena perpindahan tugas sehingga tanaman sempat tidak berkembang.
“Tanaman nenas ini sudah pernah kita coba dan hasilnya memuaskan. Cuma karena kami pindah, pendampingan tidak jalan dan sempat stagnan, sekarang kita mulai lagi dengan pengembangan baru,” ujarnya.
Pendampingan kembali dilakukan sejak pembukaan lahan pada Juli 2025. Hingga kini, lahan telah dibersihkan dan dilakukan penanaman bertahap sekitar tiga hingga empat kali.
Jajuli menyebut jumlah tanaman yang sudah ditanam mencapai kurang lebih seribu pohon. Ke depan, selain nenas, direncanakan juga penanaman durian kerakbum sebagai komoditas lokal khas Fakfak.
Dalam penerapan teknik budidaya, jarak tanam disesuaikan dengan ketersediaan bibit. Untuk sementara digunakan pola satu meter berbanding dua meter sambil menunggu kesiapan bibit tambahan.
Pengendalian hama masih didominasi ancaman hewan liar seperti babi hutan. Sementara kebutuhan air masih mengandalkan curah hujan karena tanaman nenas dinilai tidak terlalu membutuhkan banyak air.
Ia berharap pendampingan ini berkelanjutan dan mendapat dukungan pemerintah daerah. Target jangka panjangnya adalah menjadikan kawasan tersebut sebagai ikon wisata buah sekaligus mengurangi pasokan nenas dari luar daerah.