KSOP Fakfak Siapkan Sistem Monitoring Arus Mudik Lebaran

  • 09 Mar 2026 11:45 WIB
  •  Fak Fak

RRI.CO.ID, Fakfak - Penyelenggaraan angkutan laut Lebaran 2026 di Pelabuhan Fakfak, Papua Barat, akan berlangsung mulai 13 Maret hingga 30 Maret 2026. Kegiatan ini didukung sistem monitoring secara real-time serta mekanisme respon cepat untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan operasional maupun kondisi darurat selama masa arus mudik.

Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas IV Fakfak, Rudi, mengatakan pihaknya akan menggelar rapat koordinasi dengan berbagai pihak terkait guna memastikan kesiapan penyelenggaraan angkutan laut Lebaran di wilayah tersebut. Rapat tersebut melibatkan stakeholder pelabuhan, operator kapal, serta insan maritim yang beroperasi di Pelabuhan Fakfak.

“Besok kami rencanakan melaksanakan rapat koordinasi dengan stakeholder terkait, operator kapal dan insan maritim untuk memastikan kesiapan penyelenggaraan angkutan laut Lebaran,” ujar Rudi saat diwawancarai di area Pelabuhan Fakfak terkait persiapan arus mudik Lebaran 2026.

Ia menjelaskan bahwa langkah pertama yang dilakukan adalah memastikan kelayakan seluruh armada kapal yang akan beroperasi selama periode angkutan Lebaran. Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh mulai dari aspek keselamatan kapal, keselamatan pelayaran, hingga kelengkapan perlengkapan keselamatan dan kompetensi awak kapal.

“Yang pertama kami memastikan seluruh kelaikan kapal, mulai dari keselamatan kapal, keselamatan pelayaran, pemeriksaan menyeluruh terhadap armada, perlengkapan keselamatan serta kompetensi awak yang bekerja di atas kapal,” jelasnya.

Selain itu, pihak KSOP juga meningkatkan pengecekan terhadap kesiapan sarana dan prasarana pelabuhan. Fasilitas yang diperiksa meliputi dermaga, terminal penumpang, ruang tunggu, fasilitas kesehatan hingga sistem informasi yang mudah diakses oleh masyarakat.

Rudi menambahkan bahwa pelayanan kepada masyarakat juga menjadi perhatian utama selama periode arus mudik. Menurutnya, pelayanan yang lebih humanis dan ramah akan diberikan terutama bagi kelompok rentan seperti penyandang disabilitas, lanjut usia, ibu hamil, serta anak-anak.

“Yang terpenting adalah menghadirkan pelayanan yang lebih humanis dan ramah kepada masyarakat, terutama bagi penyandang disabilitas, lansia, ibu hamil serta anak-anak,” katanya.

Ia mengakui bahwa peningkatan jumlah penumpang biasanya terjadi pada masa puncak arus mudik. Oleh karena itu, pengaturan alur pergerakan penumpang mulai dari pintu masuk pelabuhan, terminal penumpang hingga ke atas kapal diupayakan berjalan aman, tertib, lancar dan nyaman.

Untuk mengantisipasi kepadatan saat proses embarkasi dan debarkasi kapal, KSOP Fakfak telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi. Salah satunya dengan menyiapkan area parkir tambahan serta menempatkan petugas di lapangan guna mengatur arus keluar masuk kendaraan dan penumpang di kawasan pelabuhan.

Selain itu, setiap penumpang yang akan berangkat diwajibkan melewati pemeriksaan X-ray guna memastikan tidak ada barang berbahaya yang dibawa ke atas kapal. “Pemeriksaan ini untuk mengantisipasi barang-barang yang tidak diperbolehkan naik ke kapal seperti senjata tajam, bahan peledak atau barang lain yang dapat mengancam keselamatan penumpang,” tegasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....