Pelni Fakfak Siapkan Armada Mudik Lebaran 2026

  • 27 Feb 2026 12:39 WIB
  •  Fak Fak

RRI.CO.ID, Fakfak - PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) Cabang Fakfak menyatakan kesiapan penuh dalam menghadapi arus mudik Angkutan Lebaran 2026. Manajemen telah menyiapkan sejumlah armada guna melayani lonjakan penumpang, khususnya di Pelabuhan Fakfak.

Kepala Pelni Cabang Fakfak, Agus Zuldi Hermawan, mengatakan pihaknya telah melakukan berbagai persiapan teknis maupun operasional. “Kesiapan kami dalam layanan arus mudik Angkutan Lebaran tahun 2026 ini, khususnya dari manajemen, sudah menyiapkan beberapa kapal, khususnya di Pelabuhan Fakfak,” ujarnya saat diwawancarai terkait persiapan menghadapi musim mudik.

Untuk mengantisipasi peningkatan jumlah penumpang, Pelni Fakfak menyiapkan sejumlah kapal utama, yakni KM Labobar, KM Sangiang, dan KM Dobonsolo. Selain itu, beberapa kapal perintis juga dikerahkan, seperti KM Sabuk Nusantara 75, KM Sabuk Nusantara 96, serta KM Sabuk Nusantara 42.

Agus menjelaskan, terdapat penyesuaian rute pada beberapa kapal selama periode angkutan Lebaran. “Kapal Dobonsolo nanti tiba di Fakfak tanggal 1 Maret dan berangkat juga tanggal 1 Maret jam 1 siang melayani rute ke Sorong, Serui hingga Jayapura,” jelasnya.

Selain itu, KM Labobar dijadwalkan tiba pada 11 Maret 2026 dan akan berangkat pukul 05.00 WIT. Kapal tersebut melayani trayek Kaimana, Dobo, Tual, Banda, Ambon, Namlea, Baubau, Makassar, Surabaya hingga Tanjung Priok Jakarta. Sementara pada 7 Maret 2026 pukul 10.00 WIT, kapal juga melayani rute Pelabuhan Sorong, Manokwari hingga Nabire.

Pelni Fakfak memprediksi puncak arus mudik akan terjadi pada 7 Maret 2026. “Kami memprediksi puncaknya di sekitar tanggal 7 Maret 2026 akan terjadi lonjakan penumpang. Karena itu kami bersama pihak manajemen dan pihak terkait seperti KSOP Kelas IV, Pelindo, dan Angkatan Laut terus berkoordinasi untuk kelancaran operasi Angkutan Lebaran 2026,” katanya.

Dari sisi keselamatan, Pelni memastikan seluruh armada telah dilengkapi standar keamanan pelayaran. “Kami tentunya ingin menyiapkan armada dengan sebaik-baiknya, melengkapi dengan kualitas keselamatan, termasuk pengaturan jumlah penumpang beserta dispensasinya yang berkisar kurang lebih 35 persen,” ungkap Agus.

Selain kesiapan armada, Pelni juga memberikan potongan harga tiket sebesar 30 persen dari tarif dasar. Diskon tersebut berlaku untuk seluruh kelas dan ruang kapal pada periode 11 Maret hingga 5 April 2026. “Beserta dispensasinya itu 30 persen dari tarif dasar,” tambahnya.

Untuk mempermudah masyarakat mendapatkan tiket resmi, Pelni memperluas kanal penjualan melalui berbagai mitra, seperti PON Mart, Indomaret, layanan perbankan Mandiri dan BCA, mobile banking, serta dompet digital seperti OVO, GoPay, LinkAja, dan MyTelkomsel. “Akhirnya kita berupaya untuk mempermudah masyarakat supaya mendapatkan tiket yang asli khususnya,” tutupnya.

Rekomendasi Berita