Kendala Geografis Tak Halangi Serapan Dana Desa Bagan Asam

  • 06 Okt 2026 14:04 WIB
  •  Sanggau

RRI.CO.ID, Sanggau - Pemerintah Desa Bagan Asam, Kabupaten Sanggau, terus berupaya mempercepat pelaksanaan kegiatan dan serapan Dana Desa tahun 2026 meskipun menghadapi tantangan geografis yang cukup berat. Kondisi wilayah yang sebagian besar mengandalkan akses sungai menjadi salah satu kendala dalam penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, dan pelayanan kepada masyarakat.

Kepala Desa Bagan Asam, Liliapati, mengatakan meskipun serapan Dana Desa (DD) di wilayahnya masih berada di bawah 60 persen, pelaksanaan kegiatan yang bersumber dari pencairan tahap pertama terus berjalan. Saat ini, pemerintah desa masih dalam proses pencairan tahap pertama dan sejumlah kegiatan yang telah dilaksanakan menunjukkan progres sesuai perencanaan.

"Untuk Bagan Asam, meskipun serapan Dana Desa kita masih di bawah 60 persen, pelaksanaan kegiatan yang 40 persen sudah kita laksanakan 100 persen dan sudah selesai, setelah itu kita akan lanjut untuk pengajuan tahap kedua," ungkap Liliapati dalam Dialog RRI Sanggau Menyapa, Selasa 6 Oktober 2026.

Menurutnya, kondisi geografis menjadi salah satu tantangan utama dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan di Desa Bagan Asam. Desa tersebut masuk dalam wilayah tertinggal, terdepan dan terluar atau 3T, sekaligus menjadi salah satu desa terluas di Kabupaten Sanggau, sehingga mobilitas masyarakat maupun pelaksanaan kegiatan pemerintahan menghadapi berbagai kendala.

Liliapati mengatakan, sebagian wilayah Bagan Asam berada di kawasan bantaran sungai dan belum memiliki akses jalan darat. Dari empat dusun yang ada, akses darat baru dapat digunakan menuju Dusun Modak dan Dusun Mungguk Kemantan, sementara Dusun Bagan Asam dan Dusun Mentua masih mengandalkan jalur sungai sehingga transportasi air menjadi akses utama masyarakat.

"Kesulitan utama kami adalah akses dari desa menuju dusun, dari Dusun Bagan Asam dan Dusun Mentua masih melalui sungai, sehingga kalau ada kegiatan atau pelayanan masyarakat tentu membutuhkan waktu dan biaya yang lebih besar," ungkapnya.

Ia menambahkan, prioritas pembangunan Desa Bagan Asam tahun 2026 diarahkan pada bidang pelayanan kesehatan, pemerintah desa memperkuat pelayanan melalui Posyandu di masing-masing dusun, baik untuk balita, lanjut usia maupun posyandu remaja. Langkah tersebut penting mengingat kondisi geografis dan sulitnya akses masyarakat menuju pusat pelayanan kesehatan di Kabupaten Sanggau.

Liliapati berharap dukungan pembangunan dan pelayanan dasar terus diberikan kepada masyarakat Bagan Asam, terutama dalam meningkatkan akses kesehatan, karena kesehatan menjadi prioritas warga, jangan sampai masyarakat harus membawa warga yang sakit sampai ke kabupaten karena kondisi geografis dan akses yang sulit. Ia berharap pelayanan di dusun dapat diperkuat agar masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan lebih cepat dan mudah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....