Umat Kristiani Diminta Jalankan Tanggung Jawab Sebagai Anak Bangsa
- 03 Okt 2026 20:00 WIB
- Sanggau
RRI.CO.ID, Sanggau - Umat Kristiani diajak untuk melihat bahwa pangilan hidup beriman tidak hanya sebatas urusan rohani gereja, tetapi juga mencakup tanggung jawab nyata sebagai warga negara. Seperti halnya yang termuat dalam refleksi firman Tuhan dari Matius 22:21 yang mengingatkan pentingnya keseimbangan antara taat kepada negara dan setia kepada Allah.
Hal tersebut disampaikan Pendeta Petrus Musa, Ketua Badan Musyawarah Antar Gereja (BAMAG) Kabupaten Sanggau dalam Obrolan Mutiara Pagi RRI Sanggau, Sabtu 3 Oktober 2026. Menurutnya, panggilan hidup umat beriman tidak boleh hanya berpusat pada ruang lingkup pribadi melainkan harus diwujudkan secara aktif dalam mengemban tugas dan tanggung jawab sebagai anak bangsa.
"Saya yakin kita di panggil bukan hanya untuk mengurusi urusan personality kita, kehidupan rumah tangga kita, kehidupan berumah tangga kita saja, tapi kita sadar kita dipanggil sadar akan tanggung jawab kita sadar akan tugas-tugas kita sebagai anak bangsa," ucapnya.
Pendeta Petrus Musa menjelaskan, sebagai bagian dari bangsa, setiap warga negara memiliki tanggung jawab yang melekat untuk menunaikan berbagai kewajiban sosial dan kenegaraan secara nyata. Kesadaran tersebut mendasari pentingnya peran serta dalam mendukung setiap program pembangunan serta menjaga keharmonisan kehidupan bermasyarakat secara berkesinambungan.
"Bahwa kita sebagai bagian dari bangsa ini, menyadari ada hal-hal yang menjadi kewajiban kita juga," katanya.
Ia menjelaskan, berdasarkan catatan sejarah gereja pada abad pertama, umat Kristiani di wilayah Yudea sering kali berupaya mencari sikap lunak atau simpati dari para pemuka agama demi memperoleh kemudahan hidup. Situasi tersebut terjadi di tengah kompleksnya tekanan iklim sosial serta dinamika politik yang harus dihadapi oleh orang-orang percaya pada masa itu.
"Yang dicatat oleh Al Kiitab apa yang sedang dihadapi oleh Tuhan Yesus ketika ia berada di kala itu, Nah dalam sejarah Gereja di beritahukan bahwa dalam iklim politik sosial Yudea kala itu, abad-abad pertama orang-orang kristiani pada zaman itu kalau mau hidup gampang itu memang caranya adalah mencari simpati dari semua pemuka agama atau mencari sikap-sikap yang lunak," jelasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....