Stok Vaksin Rabies Terbatas, Pemilik Hewan di Sanggau Diminta Waspada
- 28 Sep 2026 20:27 WIB
- Sanggau
RRI.CO.ID, Sanggau - Keterbatasan vaksin menjadi salah satu tantangan dalam pengendalian rabies di Kabupaten Sanggau. Di tengah masih munculnya kasus gigitan, Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Sanggau meminta pemilik Hewan Penular Rabies (HPR) untuk menjaga hewan agar tidak berkeliaran dan membahayakan masyarakat.
Ambius Anton, Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Disbunnak Sanggau mengatakan, pemerintah telah melakukan vaksinasi di sejumlah wilayah sesuai ketersediaan logistik. Namun, keterbatasan stok membuat vaksinasi belum mampu menjangkau seluruh populasi HPR di Sanggau.
“Secara keseluruhan masyarakat yang ada di Sanggau sudah menyambut baik program kami dalam melaksanakan vaksinasi untuk mengendalikan penyakit rabies yang ada di Sanggau. Hanya saja memang kendala kami adalah ketersediaannya sangat terbatas, terutama dalam logistik,” ujar Ambius dalam Dialog Sanggau Menyapa di RRI Sangggau, Senin 28 September 2026.
Ambius mengatakan, pencegahan rabies tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah. Pemilik hewan juga memiliki peran penting dengan memastikan hewan peliharaan dirawat dengan baik dan tidak dibiarkan berkeliaran.
“Mungkin salah satu hal yang perlu kita sampaikan melalui media ini, mudah-mudahan para pemilik hewan mendengar diskusi kita bahwa terhadap pemilik hewan kesayangan yang belum memvaksinkan atau menjaga hewannya dengan baik dan benar, sebaiknya kita peduli terkait dengan hal itu,” katanya.
Menurut Ambius, pengendalian hewan berkeliaran juga telah memiliki dasar regulasi melalui peraturan daerah yang mengatur perlindungan dan penertiban hewan. Namun, pelaksanaannya masih menghadapi berbagai keterbatasan di lapangan.
“Dengan adanya perda ini memang salah satu langkah maju bagi kita untuk menertibkan hewan-hewan liar itu sendiri, sehingga tidak membahayakan masyarakat atau kita sendiri. Namun dalam pelaksanaannya memang belum karena berbagai keterbatasan yang kami miliki,” ungkap Ambius.
Ambius menambahkan, pihaknya bersama Dinas Kesehatan aktif berkoordinasi ketika terjadi kasus gigitan HPR. Data kasus dibagikan melalui koordinasi antarpetugas sehingga kejadian gigitan HPR yang dilaporkan dapat dipantau dan ditindaklanjuti.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....