Hutan Lindung Batasi Ruang Pembangunan Desa Nekan
- 10 Sep 2026 20:47 WIB
- Sanggau
RRI.CO.ID, Sanggau – Pengembangan Desa Nekan, Kecamatan Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, menghadapi keterbatasan lahan. Sekitar 95 persen wilayah desa tersebut masuk dalam peta kawasan hutan.
Kepala Desa Nekan, Tibisius Sanusi, mengatakan, Desa Nekan memiliki luas wilayah sekitar 9.742 hektare. Berdasarkan SK Menteri Kehutanan Republik Indonesia Nomor 733 Tahun 2014 sebagian besar wilayah tersebut berstatus kawasan hutan.
“SK Menteri Kehutanan tahun 2014, sembilan puluh lima persen wilayah kita masuk peta Kawasan hutan, hanya sisa empat persen yang bukan kawasan hutan,” kata Tibisius Sanusi, Kamis 9 September 2026.
Ia mengungkapkan, kawasan hutan pada SK Menhut di wilayah Desa Nekan tersebut terdiri atas hutan lindung seluas 2.431 hektare, hutan produksi 2.434 hektare, dan hutan produksi terbatas 4.517 hektare. Sementara itu, wilayah yang berstatus Areal Penggunaan Lain (APL) hanya sekitar 460 hektare.
“Kalau hanya tersisa 460 hektare lahan yang tidak masuk kawasan hutan, lahan itu harus dibagi untuk enam dusun, permukiman, sekolah, dan fasilitas umum. Ruang untuk pertanian menjadi sangat terbatas,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi itu membatasi ruang masyarakat untuk mengembangkan pertanian, perkebunan, permukiman, hingga pembangunan infrastruktur desa. Keterbatasan lahan menjadi persoalan serius bagi pengembangan wilayah, dan sangat menyulitkan masyarakat, padahal Desa Nekan memiliki potensi untuk pengembangan padi, karet, lada, dan kelapa sawit.
“Kami meminta pemerintah pusat melakukan reforma agraria agar masyarakat memiliki ruang untuk mengelola lahan secara legal dan mengembangkan potensi ekonomi desa,” katanya.
Sanusi berharap, persoalan status kawasan hutan di Desa Nekan dapat memperoleh solusi tanpa mengabaikan fungsi perlindungan hutan. Bagi warga di daerah perbatasan ini, dikatakan, penataan lahan dinilai penting agar pembangunan desa dan peningkatan kesejahteraan masyarakat tetap dapat berjalan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....