Hutan Rusak, Bukan Cuma Karhutla yang Mengancam Warga

  • 29 Agt 2026 21:18 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Sanggau - Fungsi hutan tidak hanya berkaitan dengan keberadaan pepohonan, tetapi juga menjaga sumber air dan keseimbangan lingkungan bagi masyarakat. Di tengah kondisi kemarau dan ancaman kebakaran hutan dan lahan atau karhutla, keberadaan kawasan hutan yang terjaga menjadi semakin penting.

Junior Program Officer JARI Indonesia Borneo Barat, Fikri RF mengatakan, perubahan kondisi alam membuat masyarakat perlu semakin serius menjaga kawasan hutan di wilayahnya. Menurutnya, kerusakan hutan dapat memperbesar persoalan yang dirasakan masyarakat ketika musim kemarau maupun musim hujan.

“Tujuan (JARI-red) awalnya bagaimana ke depannya kita juga tidak kekurangan air, tidak kelimpungan ketika musim panas atau kemarau. Juga ketika musim banjir kita tidak kebanjiran, musim panas tidak kebakaran, hal-hal penting itu yang perlu dijaga,” ujar Fikri dalam program Green Radio di RRI Sanggau, Sabtu 29 Agustus 2026.

Fikri menilai masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan hutan memiliki peran penting karena paling mengetahui kondisi wilayahnya. Pengetahuan, Ia menambahkan, perlu diperkuat dengan dukungan pemerintah agar upaya menjaga kawasan tidak hanya menjadi tanggung jawab masyarakat.

“Kitalah yang di masyarakat yang tahu (kodisi hutan), yang perlu menjaga wilayah-wilayahnya, kampung-kampungnya, untuk (masyarakat-red) bertahan. Pemerintah pun sama, kalau kita menjaga dari sekarang, alokasi anggaran itu sebenarnya bisa digunakan untuk pencegahan,” katanya.

Menurutnya, menjaga hutan sejak awal juga dapat mengurangi beban pemerintah dalam menangani dampak kerusakan lingkungan. Anggaran yang seharusnya digunakan untuk menangani persoalan seperti kebakaran dan dampak bencana lainnya dapat dialihkan untuk kebutuhan pembangunan lainnya apabila kawasan tetap terjaga.

“Sekarang pun sebenarnya bisa untuk digunakan untuk yang lain kok, pendidikan, infrastruktur, segala macam. Jadi perlu dan penting untuk kita bersama dalam menjaga kawasan hutan untuk kedepannya,” ungkapnya.

Fikri menambahkan kerusakan hutan juga berpotensi menghilangkan pengetahuan masyarakat terhadap berbagai jenis tumbuhan dan satwa yang hidup di dalamnya. Karena itu, menjaga kawasan hutan, Ia menyimpulkan, berarti mempertahankan sumber kehidupan sekaligus pengetahuan lingkungan yang dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....