Kemarau Panjang, Petani Sanggau Diimbau Tunda Bakar Lahan
- 09 Sep 2026 20:51 WIB
- Sanggau
RRI.CO.ID, Sanggau – DKPTPHP Kabupaten Sanggau terus mengingatkan petani untuk tidak terburu-buru membakar lahan ladang selama kemarau panjang masih berlangsung. Kepala DKPTPHP Kabupaten Sanggau, Kubin, mengatakan saat ini masih terdapat 407,5 hektare lahan yang belum dibakar dan petani diminta menunda pembakaran hingga kondisi hujan lebih mendukung.
“Masih ada beberapa KK yang belum bakar lahan ladang mereka. Ini pertimbangan mereka yang pertama terkait kalaupun bakar, mereka belum bisa nugal karena masih memperkirakan, perkiraan mereka juga kemudian pendampingan penyuluh juga di lapangan bahwa masih ada kemarau panjang,” kata Kubin di Sanggau, Rabu 9 September 2026.
Ia menyampaikan, pembakaran lahan saat kondisi kering juga dikhawatirkan membuat api mudah merembet ke lahan di sekitarnya. Kondisi tersebut dapat merugikan petani apabila api menjalar ke lahan milik sendiri maupun lahan milik masyarakat lain.
“Kalau bakar dalam musim kemarau yang panjang begini, ada kecenderungan untuk merembet. Api merembet ke sebelah, di sebelahnya ini bisa lahan dia sendiri sementara itu akan cadangan untuk tahun depan, nah ini akan merugikan mereka,” ujarnya.
Menurutnya, penundaan pembakaran juga berkaitan dengan kondisi tanaman yang membutuhkan kecukupan air untuk tumbuh. Jika lahan dibakar dan langsung ditanami saat kemarau panjang, tanaman berisiko tidak tumbuh atau mengalami puso karena kekurangan air.
“Kemudian terkait dengan jadwal tanam, betul, karena musim kemarau bahwa pertanaman padi ini, atau mungkin semua jenis tanaman, betul-betul tergantung kepada kecukupan air. Nah, ketika kemarau sangat kurang air, dalam kondisi sangat kurang air ini maka tanaman akan puso,” jelasnya.
Kubin menambahkan, sosialisasi kepada kelompok tani telah dilakukan pada 1 September dan akan kembali dilaksanakan pada 10 September 2026. Pemerintah daerah bersama penyuluh pertanian, aparat desa, Babinsa, dan Babinkamtibmas terus mendampingi petani agar tidak terburu-buru melakukan pembakaran.
“Kami di kabupaten, kami petugas dinas, petugas penyuluh lapangan, pendamping kelompok tani juga sudah menyosialisasikan kepada kelompok tani. Kemarin tanggal 1 September, kemudian ini nanti besok tanggal 10 September akan disosialisasikan lagi, mengingatkan para kelompok untuk tidak bakar, untuk tidak buru-buru membakar karena diperkirakan masih ada kemarau panjang,” tutupnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....