Kabut Asap Tekan Produktivitas Unggas di Sanggau
- 08 Sep 2026 16:57 WIB
- Sanggau
RRI.CO.ID, Sanggau - Musim kemarau dan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan mulai memberikan dampak terhadap kesehatan serta produktivitas ternak unggas di Kabupaten Sanggau. Paparan asap dapat memicu gangguan pernapasan pada ayam yang kemudian berdampak pada nafsu makan, pertumbuhan, hingga bobot badan ternak.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Disbunak Sanggau, Ambius Anton, mengatakan gangguan pernapasan menjadi salah satu dampak yang perlu diwaspadai ketika unggas terpapar asap dalam kondisi kualitas udara yang kurang baik. Menurutnya, beberapa gangguan pernapasan pada ayam dapat mengarah pada penyakit seperti CRD atau penyakit ngorok serta coryza, meskipun diperlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan penyebabnya.
“Penurunan bobot ayam berpotensi menurunkan hasil produksi dan pendapatan peternak,ungkap Anton dalam Dialog Sanggau Menyapa, Selasa, 8 September 2026.
Ia menjelaskan, gangguan kesehatan pada unggas dapat memengaruhi nafsu makan sehingga konsumsi pakan menjadi berkurang. Kondisi tersebut membuat asupan nutrisi ternak tidak optimal dan berpotensi menghambat pertumbuhan serta pencapaian bobot badan sesuai target.
Menurutnya, kondisi cuaca panas selama musim kemarau juga dapat membuat ayam lebih banyak mengonsumsi air dan mengurangi konsumsi pakan. Jika berlangsung dalam waktu tertentu, keadaan tersebut dapat semakin memengaruhi pertumbuhan dan produktivitas ternak yang dipelihara peternak.
Anton mengatakan, kondisi tersebut merupakan salah satu risiko yang dapat dihadapi pelaku usaha peternakan ketika lingkungan kurang mendukung perkembangan ternak. Karena itu, peternak perlu memperhatikan kondisi kesehatan ayam, terutama ketika kualitas udara menurun akibat kabut asap dan suhu lingkungan meningkat.
“Peternak perlu memantau kondisi unggas agar gangguan kesehatan dapat terdeteksi dan ditangani lebih awal,”katanya.
Anton berharap kondisi kemarau dan kabut asap dapat segera berakhir sehingga kualitas udara serta lingkungan peternakan kembali lebih baik. Dengan kondisi lingkungan yang mendukung, kesehatan unggas dapat terjaga, produktivitas tetap optimal, dan potensi penurunan pendapatan peternak dapat diminimalkan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....