Kematian Unggas Dampak Kemarau Mulai Terjadi di Sanggau

  • 08 Sep 2026 16:51 WIB
  •  Sanggau

RRI.CO.ID,Sanggau - Kondisi kemarau dan dampak kebakaran hutan dan lahan atau karhutla mulai memengaruhi usaha peternakan unggas di Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat. Berdasarkan pemantauan Dinas Perkebunan dan Peternakan Sanggau terhadap sejumlah peternak, kasus kematian ayam paling signifikan dilaporkan terjadi di wilayah Sungai Mawang dengan jumlah mencapai lebih dari 200 ekor.

“Jumlah laporan kematian memang yang paling signifikan itu ada di Sungai Mawang, di atas 200 ekor, tetapi tidak serta-merta 200 itu, ada tahapannya,” ungkap Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Disbunnak Sanggau, Ambius Anton, dalam Dialog Sanggau Menyapa RRI Sanggau, Selasa, 8 September 2026.

Ia menyampaikan, dampak kemarau tidak hanya terlihat dari kematian unggas, tetapi juga mulai dirasakan peternak melalui menurunnya ketersediaan air untuk kebutuhan pemeliharaan, dan dari 20 sampel peternak yang dikunjungi. Kondisi kekeringan paling signifikan ditemukan di Kecamatan Kembayan, bahkan terdapat peternak yang mengalami sumur mengering sehingga kesulitan memenuhi kebutuhan air.

“Dampak yang berikutnya dari 20 sampel peternak yang kita kunjungi, sebagian besar yang paling signifikan itu dialami peternak di Kembayan, sampai sumurnya kering,” katanya.

Anton mengungkapkan, keterbatasan air menjadi persoalan serius karena kebutuhan air merupakan salah satu faktor utama dalam pemeliharaan unggas, terlebih ketika suhu lingkungan meningkat akibat cuaca panas dan kering. Kondisi tersebut berpotensi menghambat aktivitas peternakan, menekan produktivitas, serta meningkatkan risiko kerugian apabila berlangsung dalam waktu yang lebih panjang.

“Kalau ini terus berlanjut seperti ini, saya kira ini besar pengaruhnya terhadap produksi di Sanggau, terutama untuk daging unggas,” katanya.

Anton mengakui kondisi kemarau yang disertai dampak karhutla perlu menjadi perhatian bersama karena tidak hanya menyangkut kesehatan dan keberlangsungan ternak, tetapi juga berpotensi mengganggu aktivitas serta produktivitas peternak. Jika kondisi tersebut terus berlangsung, penurunan produksi unggas dikhawatirkan dapat berdampak pada ketersediaan pasokan daging unggas dan meningkatkan risiko kerugian bagi peternak di Kabupaten Sanggau.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....