Petani Tradisional Sekayam Mulai Tanam Padi

  • 02 Sep 2026 15:27 WIB
  •  Sanggau

RRI.CO.ID, Sanggau – Sebagian besar petani tradisional di Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat mulai memasuki musim tanam padi. Penanaman ini masih dilakukan secara konvensional melalui tradisi menugal di ladang.

Penyuluh Lapangan Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Sekayam, Nikodemus Rano, mengatakan tradisi menugal masih dipertahankan petani di wilayah perbatasan. Metode tersebut dilakukan secara berkelompok dengan membuat lubang tanam menggunakan kayu, kemudian memasukkan benih padi ke dalamnya.

"Saat ini sudah memasuki musim tanam untuk petani tradisional ladang berpindah yang dilakukan oleh petani di wilayah Kecamatan Sekayam, akhir bulan kemarin sudah banyak yang menugal," ungkap Nikodemus Rano, Rabu 2 September 2026.

Menurutnya, metode menugal lebih banyak diterapkan pada lahan kering atau ladang yang menjadi bagian dari pola pertanian tradisional masyarakat. Dalam satu hektare lahan, petani membutuhkan sekitar 20 hingga 30 kilogram benih padi untuk proses penanaman.

Rano menjelaskan, hasil panen sangat dipengaruhi kondisi lahan dan proses pembersihan sebelum penanaman. Pada lahan yang cukup subur dan dikelola dengan baik, produksi gabah kering rata-rata dapat mencapai 3 hingga 4 ton per hektare.

Rano menyebut metode pertanian tradisional tersebut sangat bergantung pada kondisi cuaca selama masa tanam hingga panen. Meski demikian, sejauh ini benih padi yang ditanam di lahan kering masih dapat bertahan dan tumbuh dengan baik.

"Hasil panen metode tanam dengan cara tradisional ini bergantung dengan cuaca, dan sejauh ini benih padi yang ditanam pada lahan kering masih bertahan dan bisa menghasilkan cukup gabah," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....