Briefing Pagi Satgas Karhutla Jadi Forum Penyamaan Data

  • 29 Agt 2026 17:07 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Sanggau – Satgas Penanggulangan Bencana Karhutla Kabupaten Sanggau mulai rutin menggelar briefing pagi untuk menyamakan data dan informasi penanganan bencana asap akibat Karhutla. Kalak BPBD Sanggau, Didit Richardi, mengatakan briefing tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan tugas tim gabungan dalam menghadapi dampak Karhutla.

“Mulai beberapa hari yang lalu kita sudah melakukan briefing pagi, bagian dari pelaksanaan tugas kami selaku Satgas tim gabungan Kabupaten Sanggau dalam menghadapi bencana akibat asap dengan sumber Karhutla,” kata Didit di Pos Komando Satgas Penanggulangan Bencana Karhutla Kabupaten Sanggau, TRC BPBD Sanggau, Sabtu 29 Agustus 2026.

Ia menjelaskan, briefing pagi dilaksanakan secara bergiliran oleh unsur yang tergabung dalam Satgas Penanggulangan Bencana Kabupaten Sanggau. Pelaksanaan tersebut dijadwalkan melibatkan unsur kepolisian, TNI, pemerintah daerah, hingga perangkat teknis lainnya.

“Jadi, pada pagi hari ini briefing pagi dipimpin oleh Kabag Ops Polres Sanggau dan besok akan dipimpin juga kembali oleh Pasi Ops Kodim 1204 Sanggau. Ini akan dilakukan bergiliran,” ujarnya.

Didit menyampaikan, briefing juga dijadwalkan dipimpin oleh Bupati Sanggau serta sejumlah pimpinan perangkat daerah. Ia berharap, langkah tersebut semakin memperkuat koordinasi dan keterlibatan seluruh unsur dalam penanganan Karhutla.

“Senin akan dipimpin langsung oleh Pak Bupati briefing paginya. Itu jam 10.00 di ruang VIP Sabang Merah,” katanya.

Menurutnya, hasil utama dari briefing pagi adalah menyamakan data yang digunakan oleh seluruh tim Satgas. Kesamaan data tersebut diperlukan agar informasi mengenai kondisi bencana asap Karhutla yang disampaikan kepada masyarakat tidak berbeda-beda.

“Dan hasil dari briefing pagi ini adalah berupa penyamaan data. Jadi, satu data yang keluar dari tim Satgas ini, jadi tidak simpang siur di masyarakat nanti terkait data berapa indikator yang menandakan adanya bencana asap Karhutla ini,” jelasnya.

Selain penyamaan data, dikatakan briefing pagi juga menjadi forum untuk menyusun rencana strategis masing-masing bidang Satgas. Ia menyebut, evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan yang telah dilakukan pada hari sebelumnya juga menjadi bagian dari pembahasan dalam briefing.

“Kemudian juga ada penyusunan rencana strategis dari masing-masing bidang Satgas. Ini dikeluarkan juga melalui briefing pagi, serta hasil pelaksanaan kegiatan yang telah dilakukan oleh masing-masing bidang Satgas pada hari sebelumnya,” ujarnya.

Didit menambahkan, kehadiran unsur Satgas di posko maupun dalam briefing pagi menunjukkan peningkatan dari hari ke hari. Ia berharap seluruh anggota Satgas dapat hadir sehingga, koordinasi penanganan Karhutla semakin efektif hingga masa tanggap darurat berakhir pada 6 September 2026.

“Kami berharap sebelum berakhirnya masa tanggap darurat, atau diperpanjang, atau diakhiri tanggal 6 September nanti, briefing pagi dapat berlangsung lebih efektif, lebih sempurna, lebih paripurna, dapat dihadiri oleh semua anggota dari tim Satgas ini,” tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....