Operasi Water Bombing di Tayan Hilir Terkendala Jarak Pandang
- 14 Sep 2026 20:36 WIB
- Sanggau
RRI.CO.ID, Sanggau – Operasi water bombing untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan di Kecamatan Tayan Hilir, Kabupaten Sanggau, terkendala jarak pandang yang masih terbatas. Kepala Pelaksana BPBD Sanggau, Didit Richardi mengatakan, kondisi jarak pandang saat ini belum memenuhi batas aman untuk operasi water bombing.
“Cuma kendalanya adalah jarak pandang yang tidak memungkinkan dilakukan operasi water bombing. Yang pertama, kalau untuk terbang saja sih helikopter tersebut diizinkan untuk visibility atau jarak pandang 800 meter sampai 1 kilometer,” kata Didit di Pos Satgas Penanganan Karhutla, TRC BPBD Sanggau, Senin 14 September 2026.
Ia menjelaskan, persyaratan jarak pandang untuk operasi water bombing lebih tinggi dibandingkan penerbangan biasa. Hal tersebut berkaitan dengan kondisi medan dan keselamatan helikopter saat melakukan pemadaman dari udara.
“Tapi untuk melakukan operasi water bombing, helikopter baru boleh diizinkan terbang pada jarak pandang kurang lebih 1,5 kilometer. Karena apa? Kita mengantisipasi jarak pandang ini terbatas dan helikopter dapat menabrak vegetasi, menabrak bukit mungkin, bahkan SUTT. Karena kondisi-kondisi medan kita di Tayan Hilir ini ada saluran udara tegangan tinggi milik PLN. Oleh karena itu kita berhati-hati,” terang Didit.
Selain faktor keselamatan, dikatakan, jarak pandang yang lebih luas diperlukan untuk memastikan water bombing dapat dilakukan secara efektif. Menurutnya, Pilot harus dapat melihat lokasi pengambilan air dan titik pemadaman agar air yang dijatuhkan tepat mengenai lokasi kebakaran.
“Dan untuk efektivitas pemadaman water bombing, itu malahan jarak pandang lebih jauh lagi, 3 kilometer sampai 5 kilometer. Karena apa? Supaya pilot helikopter dapat melihat titik pendaratan, titik pengambilan air, lalu titik pemadaman supaya efektif. Jangan sampai kita hanya membuang air tapi tidak terkena lokasi di mana fire spot atau hotspot itu berada,” jelasnya.
Didit menambahkan, kondisi kabut saat ini membuat jarak pandang belum memenuhi persyaratan tersebut. Disampaikan, pada pagi hari jarak pandang bahkan kurang dari 300 meter, sedangkan menjelang siang tidak lebih dari satu kilometer.
“Saat ini melihat kondisi kabut kita ini, ini kalau pagi hari kurang dari 300 meter dan kalau menjelang siang tidak lebih dari 1 kilometer, kayaknya untuk saat ini belum bisa dilakukan water bombing,” katanya.
Meski demikian, Satgas Penanganan Karhutla Sanggau terus berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Kalimantan Barat terkait kemungkinan pelaksanaan water bombing. Ia mengungkapkan, operasi akan segera diinformasikan apabila Satgas operasi darat melaporkan kondisi jarak pandang telah memungkinkan untuk dilakukan pemadaman dari udara.
“Kalau situasi memungkinkan dan ada laporan dari Satgas operasi darat bahwa jarak pandang memungkinkan untuk dilakukan water bombing, segera kita informasikan,” tutupnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....