Kabut Asap Ubah Sekolah, MBG Terkendala
- 30 Agt 2026 09:50 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID, Sanggau –Kabut asap dan kondisi cuaca ekstrem di Kalimantan Barat mendorong sekolah mengalihkan kegiatan pembelajaran ke rumah demi menjaga keselamatan peserta didik. Perubahan pola belajar tersebut tidak hanya memengaruhi aktivitas pendidikan, tetapi juga menimbulkan tantangan baru dalam memastikan program Makan Bergizi Gratis atau MBG tetap tersalurkan kepada siswa secara tepat sasaran.
Kepala SDN 39 Pontianak Kota, Susintoy, mengatakan pembelajaran tetap dilaksanakan secara daring melalui platform seperti Zoom Meeting dan Google Meet. Menurutnya, langkah tersebut dilakukan agar hak siswa untuk memperoleh pembelajaran tetap terpenuhi meskipun kondisi lingkungan tidak memungkinkan kegiatan belajar berlangsung secara tatap muka.
“Pembelajaran dari rumah membuat penyaluran MBG yang sebelumnya terpusat di sekolah menjadi lebih sulit dilakukan,”ungkap Susintoy dalam Dialog MBG, Sabtu, 29 Agustus 2026.
Ia menjelaskan, pada kondisi normal paket MBG lebih mudah disalurkan karena seluruh siswa berkumpul di sekolah dalam waktu yang sama. Mekanisme tersebut memungkinkan makanan diantarkan sekaligus sehingga proses distribusi dapat berlangsung lebih praktis, tertib, dan efisien.
Menurutnya, kondisi cuaca yang membahayakan membuat sekolah perlu mengutamakan keselamatan siswa, sementara kebutuhan pemenuhan gizi tetap menjadi perhatian penting. Karena itu, perubahan sistem pembelajaran perlu diikuti dengan penyesuaian mekanisme distribusi agar manfaat program MBG tetap dapat diterima oleh siswa.
Ia menambahkan, penyaluran MBG saat siswa belajar dari rumah membutuhkan koordinasi dan mekanisme yang menyesuaikan kondisi di lapangan. Penyesuaian tersebut penting agar program bantuan makanan bergizi tidak terhenti hanya karena perubahan lokasi kegiatan belajar siswa.
“Cuaca ekstrem membuat penyaluran MBG perlu disesuaikan agar tetap aman dan tepat sasaran,” katanya.
Susintoy berharap terdapat solusi yang dapat memastikan MBG tetap menjangkau siswa secara tepat sasaran selama pembelajaran daring masih diterapkan. Dengan penyesuaian distribusi dan koordinasi yang baik, hak siswa untuk mendapatkan pendidikan sekaligus asupan makanan bergizi diharapkan tetap dapat terpenuhi meski berada dalam situasi cuaca yang tidak menentu.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....