Pemadaman Karhutla di Sanggau Terkendala Sumber Air Mengering
- 26 Agt 2026 15:30 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID, Sanggau - Musim kemarau tidak hanya meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla), tetapi juga memperparah proses pemadaman di Kabupaten Sanggau. Plt. Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Sanggau, Sigit Purnomo, mengatakan ketersediaan sumber air yang mulai menipis membuat petugas harus mencari cara untuk memenuhi kebutuhan air ketika kebakaran terjadi.
Ia menjelaskan, persoalan sumber air menjadi salah satu kendala yang cukup serius pihak terkait, termasuk BPBD Sanggau, dalam penanganan Karhutla. Kondisi geofrafis di Kabupaten Sanggau, tambahnya banyak wilayah yang berada di kawasan tinggi dan jauh dari sumber air.
"Sumber air ini memang sangat terkendala bagi kami untuk melakukan pemadaman, karena sumber air ini sulit sekarang untuk dicari, terutama daerah-daerah yang agak tinggi khususnya agak pegunungan," ujar Sigit dalam Dialog Sanggau Menyapa di RRI Sanggau, Rabu 26 Agustus 2026.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Sigit menjelaskan, petugas menggunakan sistem tandon dengan menyuplai air dari sumber yang masih tersedia. Air kemudian dibawa mendekati lokasi kebakaran agar dapat digunakan untuk proses pemadaman.
"Biasanya kami tetap menggunakan sistem tandon, dari sumber air yang cukup jauh kita suplai, sehingga dari tandon kita oper lagi ke lokasi yang terbakar," katanya.
Namun, sistem tersebut tidak selalu mudah diterapkan karena akses menuju sejumlah lokasi kebakaran juga menjadi persoalan lain. Bahkan, terdapat titik yang hanya dapat dijangkau menggunakan kendaraan roda dua sehingga peralatan dan suplai air sulit dibawa masuk.
"Jangkauan masuk ke lokasi daerah terbakar itu hanya bisa ditempuh dengan kendaraan roda dua dan roda empat tidak bisa masuk, sehingga kami sangat kesulitan untuk membawa peralatan ke lokasi tersebut," ungkapnya.
Sigit mengatakan, kondisi tersebut membuat pemadaman membutuhkan waktu dan dukungan lebih besar dari berbagai pihak. Ia menegaskan pihaknya akan terus berkoordinasi dengan berbagai unsur untuk memastikan kebutuhan personel, peralatan, dan suplai air tetap tersedia selama penanganan Karhutla.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....