Kunjungan Pasien ISPA di Puskesmas Entikong Naik Tiga Kali Lipat

  • 21 Agt 2026 20:49 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Sanggau - Kunjungan pasien dengan keluhan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Puskesmas Entikong mengalami peningkatan hingga tiga kali lipat dibandingkan bulan yang sama pada tahun sebelumnya. Kondisi ini menjadi perhatian saat karhutla, terutama karena ISPA merupakan salah satu penyakit yang mudah menular melalui percikan dari saluran pernapasan.

“Memang ada peningkatan kunjungan pasien dengan keluhan ISPA hingga tiga kali lipat dibandingkan bulan yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan kunjungan pasien ISPA terlihat cukup signifikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu,” ujar Tenaga Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku Puskesmas Entikong, Mikael Kurniawan dalam Obrolan Indonesia Sehat RRI Sanggau, Jumat 21 Agustus 2026.

Menurut Mikael, peningkatan kasus tersebut perlu disikapi masyarakat dengan meningkatkan kewaspadaan dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Masyarakat juga diimbau untuk tidak mengabaikan gejala seperti batuk, pilek, demam, maupun sakit tenggorokan, terutama jika keluhan berlangsung atau semakin berat.

“Yang paling penting adalah menjaga kebersihan tangan, menerapkan etika batuk dan bersin, menggunakan masker ketika sedang sakit, serta menghindari kontak dekat dengan orang lain saat mengalami gejala. Pencegahan ISPA dapat dilakukan melalui sejumlah langkah sederhana dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

Ia menambahkan, masyarakat yang mengalami gejala gangguan pernapasan sebaiknya segera beristirahat dan melakukan pemeriksaan ke fasilitas pelayanan kesehatan apabila kondisi tidak membaik. Langkah tersebut penting untuk mendapatkan penanganan yang tepat sekaligus mencegah kemungkinan penularan kepada anggota keluarga maupun lingkungan sekitar.

“Jangan menunggu kondisi menjadi lebih berat, kalau sudah ada gejala yang mengganggu aktivitas sebaiknya segera datang ke Puskesmas untuk diperiksa. Sebaiknya masyarakat agar tidak melakukan pengobatan sendiri secara berlebihan dan tetap mengikuti anjuran tenaga kesehatan,” kata Mikael.

Ia mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit pernapasan, tanpa perlu panik menghadapi peningkatan kunjungan pasien ISPA. Dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat serta segera mencari pertolongan medis saat mengalami gejala, masyarakat diharapkan dapat membantu menekan risiko penularan ISPA.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....