Kasus ISPA Kembali Naik, Dinkes Sanggau Tetapkan Status Siaga

  • 13 Agt 2026 21:01 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Sanggau - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sanggau menetapkan status siaga menyusul mulai terpantau kabut asap tipis di sejumlah kecamatan selama musim kemarau. Langkah ini dilakukan sebagai upaya antisipasi terhadap potensi peningkatan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) akibat penurunan kualitas udara.

“Berdasarkan data BMKG dan BPBD, di beberapa kecamatan sudah mulai terpantau kabut asap tipis akibat kebakaran hutan dan lahan, sehingga kualitas udara mulai menurun dan berpotensi berdampak pada kesehatan masyarakat,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Sanggau, Marlina, Kamis, 13 Agustus 2026.

Menurut Marlina, kondisi kabut asap yang mulai muncul seiring musim kemarau perlu diantisipasi sejak dini karena dapat memengaruhi kesehatan masyarakat. Karena itu, Dinkes Sanggau meningkatkan kesiapsiagaan seluruh fasilitas kesehatan untuk menghadapi kemungkinan bertambahnya kasus penyakit terkait kualitas udara.

“Oleh karena itu, Dinas Kesehatan Sanggau sudah menetapkan status siaga dan menginstruksikan seluruh puskesmas untuk meningkatkan kewaspadaannya,” ujarnya.

Ia mengatakan, seluruh puskesmas diminta meningkatkan pemantauan terhadap penyakit yang berpotensi meningkat akibat menurunnya kualitas udara. Fokus pengawasan diarahkan pada gangguan saluran pernapasan yang rentan muncul saat musim kemarau dan kabut asap terjadi.

“Kalau dilihat berdasarkan rekapitulasi data dari 19 puskesmas, kasus ISPA pada Januari berjumlah 1.747, Februari 1.360, Maret 1.225, April 1.012, Mei 783, Juni 1.633, dan Juli 1.306 kasus. Jadi terjadi peningkatan setelah sebelumnya sempat mengalami penurunan,” jelasnya.

Berdasarkan data yang disampaikan Marlina, tren kasus ISPA sempat mengalami penurunan dari Januari hingga Mei sebelum kembali meningkat pada Juni dan Juli. Kondisi tersebut menjadi perhatian Dinkes Sanggau mengingat musim kemarau berpotensi memperburuk kualitas udara akibat kebakaran hutan dan lahan.

“Perubahan cuaca dan masuknya musim kemarau menjadi faktor yang perlu diwaspadai karena beriringan dengan meningkatnya risiko gangguan pernapasan di masyarakat. Tren ini menjadi peringatan dini agar fasilitas kesehatan tetap siaga menghadapi potensi lonjakan kasus ISPA dalam beberapa waktu ke depan,” tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....