Kabut Asap dan Kekeringan Ganggu Berbagai Aktivitas Masyarakat di Sanggau
- 16 Sep 2026 15:06 WIB
- Sanggau
RRI.CO.ID, Sanggau - Kabut asap dan kekeringan yang disebabkan oleh kebakaran hutan dan lahan serta musim kemarau, menganggu berbagai aktifitas masyarakat di Kabupaten Sanggau. Kabid Pengelolaan Lingkungan Hidup, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sanggau, Yesaya Poulorossi P. Antang, menilai kondisi ini berdampak terhadap beberapa aspek, seperti pendidikan, kesehatan, dan ekonomi.
"Kita sedang menghadapi perubahan cuaca yang ekstrem, yakni kabut asap dan kekeringan. Masalah ini tidak hanya berdampak pada lingkungan saja, tetapi beberapa aspek diantaranya adalah pendidikan, kesehatan, dan ekonomi," kata Yesaya Poulorossi P. Antang dalam Dialog Sanggau Menyapa RRI Sanggau, Rabu 16 September 2026.
| Baca juga: Kasus ISPA Sanggau Melonjak saat Kabut Asap |
Menurutnya, salah satu dampak yang ditimbulkan adalah membuat kegiatan belajar dan mengajar yang ada di Kabupaten Sanggau menjadi terganggu. Ia mengatakan, pihak terkait terpaksa mengambil langkah yang mewajibakan seluruh sekolah dari tingkat paud, SD, hingga SMP untuk melakukan kegiatan Belajar Dari Rumah (BDR).
"Kalau kita lihat sekarang, anak-anak sekolah sudah hampir tiga minggu sekolah. Lalu, penderita ISPA meningkat jumlahnya dan harga beberapa komoditas mengalami penurunan yang cukup signifikan. Ini membuat para petani sawit menjerit," ujarnya.
Selain itu, ia mengatakan dampak lain yang turut dirasakan oleh masyarakat adalah pada aspek kesehatan dan penghasilan masyarakat, terutama sektor petani kelapa sawit. Ia menyampaikan, kasus Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) mengalami peningkatan serta penurunan harga komoditas sawit, yang membuat tekanan ekonomi semakin terasa di tengah kondisi cuaca yang belum stabil.
"Yang paling terasa dari kondisi sekarang adalah kesehatan. Apalagi kebutuhan akan air bersih saat ini meningkat, sementara untuk ketersediaannya bisa dikatakan sangat terbatas. Jadi ada banyak dampak yang disebabkan oleh kabut asap dan kekeringan sekarang," ujar Yesaya.
Lebih lanjut, ia mengatakan, keterbatasan air bersih turut menambah persoalan bagi warga yang sudah menghadapi kabut asap dan kemarau. Kondisi itu menunjukkan perubahan cuaca ekstrem memberikan dampak-dampak berlapis terhadap kehidupan masyarakat di Kabupaten Sanggau.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....