Semangat Guru 3T Mencerdaskan Generasi Hingga Ujung Negeri

  • 06 Agt 2026 09:03 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Entikong - Mengajar di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) menjadi pengabdian mulia bagi guru membangun masa depan generasi bangsa. Semangat pengabdian menghadirkan harapan baru bagi anak-anak memperoleh pendidikan berkualitas meski menghadapi keterbatasan sarana pendidikan.

Salah seorang guru SMPN 3 Satap Kecamatan Toba, Kabupaten Sanggau, Fitrian Widianto mengatakan bahwa mengajar anak di Daerah T3 tidaklah mudah karena butuh dedikasi untuk mendidik anak-anak di Daerah. Menurutnya, di butuhkan pengabdian menjadi inspirasi bahwa pendidikan mampu menjangkau seluruh pelosok negeri melalui ketulusan para tenaga pendidik berdedikasi.

"Saya mengajar di daerah 3T karena ingin mewujudkan cita-cita menjadi guru sekaligus mengabdi kepada anak-anak bangsa," kata Fitrian Widianto pada program Indonesia Cerdas RRI Sanggau, Rabu 5 Agustus 2026.

Menurutnya, pengabdian guru yang bertugas di daerah 3T menjadi jalan untuk menghadirkan kesempatan belajar lebih baik bagi generasi muda di wilayah terpencil Kalimantan Barat. Upaya tersebut menjadi kan para guru di daerah 3T tetap berupaya memberikan pembelajaran terbaik demi mencetak generasi cerdas, berkarakter, untuk siap menghadapi tantangan masa depan bangsa.

"Menjadi guru berarti kita harus siap memberikan ilmu dengan sepenuh hati karena banyak daerah di Kabupaten Sanggau masih membutuhkan tenaga pendidik," ujarnya

Fitrian menjelaskan Kabupaten Sanggau masih memiliki wilayah yang memerlukan kehadiran tenaga pendidik berkualitas dan berdedikasi tinggi. Kehadiran guru di daerah tersebut diharapkan mampu meningkatkan mutu pendidikan sekaligus membangun semangat belajar peserta didik setempat.

"Selama masih dibutuhkan, saya akan terus mengajar dengan hati demi mencerdaskan anak-anak di daerah 3T," katanya.

Fitrian berharap semakin banyak generasi muda yang terpanggil mengabdikan diri sebagai tenaga pendidik demi kemajuan pendidikan daerah terpencil Indonesia. Berbagai tantangan seperti akses transportasi, keterbatasan fasilitas, dan jarak tempuh tidak mengurangi semangat mengajar para guru daerah 3T.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....