Pesparani Sanggau Perkuat Harmoni Lintas Umat
- 05 Agt 2026 14:16 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID, Entikong – Pelaksanaan Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) di Kabupaten Sanggau tidak hanya menjadi ajang pengembangan seni liturgi dan pembinaan iman umat Katolik, tetapi juga menghadirkan ruang yang semakin mempererat semangat persaudaraan serta kebersamaan di tengah masyarakat yang majemuk. Kehadiran berbagai unsur masyarakat dalam mendukung penyelenggaraan kegiatan ini menunjukkan bahwa nilai toleransi dan gotong royong terus tumbuh sebagai kekuatan dalam menjaga kerukunan antarumat beragama di Kabupaten Sanggau.
Wakil Ketua I Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Sanggau, Hero Wasis, mengatakan bahwa pelaksanaan Pesparani telah memberikan dampak positif terhadap kehidupan sosial masyarakat meskipun penyelenggaraannya baru berlangsung beberapa kali. Menurutnya, dukungan dari tokoh lintas agama, pemerintah, masyarakat, hingga pelaku usaha menjadi bukti bahwa semangat persaudaraan dapat terus terbangun melalui kegiatan keagamaan yang dilaksanakan secara terbuka, tertib, dan saling menghormati.
"Pelaksanaan Pesparani tidak hanya menjadi wadah pembinaan iman melalui seni liturgi, tetapi juga mulai memberikan dampak positif terhadap kerukunan umat beragama dengan melibatkan dukungan berbagai unsur masyarakat, termasuk tokoh lintas agama, pelaku UMKM, dan berbagai pihak yang turut menyukseskan kegiatan," kata Hero Wasisdalam Dialog Sanggau Menyapa, Rabu 5 Agustus 2026.
Ia menjelaskan bahwa Pesparani merupakan media pewartaan nilai-nilai keagamaan melalui seni paduan suara dan mazmur yang membawa pesan kedamaian serta kebersamaan bagi seluruh masyarakat. Ia menilai suasana yang aman dan kondusif selama penyelenggaraan Pesparani menjadi cerminan kuatnya kerukunan umat beragama di Kabupaten Sanggau.
Hero menyampaikan penyelenggaraan Pesparani memang harus mengikuti standar teknis yang telah ditetapkan oleh Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Nasional (LP3KN), terutama untuk perlombaan paduan suara yang memerlukan ruangan dengan kualitas akustik yang memadai. Kendati demikian, keterbatasan tersebut tidak mengurangi keterlibatan masyarakat lintas agama dalam mendukung berbagai aspek penyelenggaraan kegiatan, mulai dari pelayanan, penyediaan kebutuhan peserta, hingga sektor usaha mikro yang turut meramaikan pelaksanaan Pesparani.
Menurutnya, semangat toleransi yang terbangun selama kegiatan berlangsung terlihat dari keterlibatan berbagai elemen masyarakat yang bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban, serta kenyamanan seluruh peserta dan tamu yang hadir. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa perbedaan keyakinan tidak menjadi penghalang untuk saling mendukung dan bekerja sama dalam menyukseskan kegiatan yang membawa manfaat bagi masyarakat luas.
"Meskipun pelaksanaan Pesparani harus memenuhi standar teknis tertentu sesuai ketentuan LP3KN, semangat kebersamaan, toleransi, serta partisipasi masyarakat lintas agama tetap menjadi bagian penting dalam menciptakan suasana yang aman, tertib, nyaman, dan harmonis," katanya.
Hero berharap penyelenggaraan Pesparani pada masa mendatang semakin memperluas partisipasi masyarakat sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh lapisan warga tanpa memandang latar belakang agama maupun budaya. Ia juga mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Sanggau untuk terus menjaga semangat persaudaraan, memperkuat toleransi, serta menjadikan setiap kegiatan keagamaan sebagai momentum mempererat persatuan demi mewujudkan kehidupan yang damai, rukun, dan harmonis.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....