Efek Digitalisasi Terhadap Kesehatan Mental Siswa

  • 29 Jul 2026 18:09 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Entikong - Perkembangan teknologi yang kain canggih telah membawa perubahan mendasar serta berbagai tantangan baru bagi seluruh ekosistem dunia pendidikan di Indonesia. Di tengah pesatnya dinamika peradaban digital tersebut, keberadaan Guru Bimbingan dan Konseling (BK) menjadi semakin strategis dan krusial.

Hal tersebut disampaikan Yesi, Guru Bimbingan dan Konseling SMAN 1 Kembayan dalam Obrolan Indonesia Cerdas RRI PRO1 Sanggau, Rabu 29 Juli 2026. Menurutnya, tantangan mendasar yang dihadapi oleh seluruh siswa-siswi pada masa sekarang ini tidak terbatas pada masalah pencapaian nilai akademik ataupun tingkat kedisiplinan formal di lingkungan sekolah saja.

"Tantangan yang dihadapi siswa sekarang ini bukan lagi masalah akademik atau kedisiplinan di sekolah. Namun justru membawa Indonesia di masa depan bagi anak-anak atau siswa-siswi kita yang berada di sekolah," jelas Yesi.

Menurut Yesi, kemajuan dunia digital yang hadir tanpa batas justru membaawa dampak yang sangat nyata terhadap penentuan arah masa depan bagi seluruh anak-anak bangsa yang saat ini sedang menempuh proses belajar di sekolah. Kehadiran serta perkembangan pesat aspek internet kini telah menjadi hal baru yang kerap memicu berbagai permasalahan kompleks bagi peserta didik.

"Nah, disini aspek internet menjadi hal baru yang menjadi masalah atau berdampak lansgung pada kesehatan mental anak - anak, interaksi sosial anak-anak siswa, dan juga dalam pembentukan karakter anak," katanya.

Dalam menghadapai gempuran fenomena teknologi yang sangat masif ini, seluruh guru BK dimanapun berada dituntut untuk mampu memposisikan diri secara tangguh sebagai benteng utama pelindung kesehatan mental para remaja. Kehadiran media sosial yang beroperasi secara bebas tanpa batas waktu dapat dengan mudah memunculkan berbagai gejolak emosional baru.

"Sebenarnya juga sebagai guru-guru BK di manapun berada ya, yang harus kita harus menjadi benteng utama bagi kesehatan mental remaja, media sosial bisa memunculkan emosional yang baru bagi user. Kalau kita bicara mengenai kemajuan digitalisasi, masalah-masalah siswa itu masih berupa penyakit fisik katanya," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....