Asap Pekat, Ancaman Terbesar Keselamatan Petugas Damkar Sanggau

  • 27 Jul 2026 21:38 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Entikong - Di balik kobaran api dan bahaya yang mengintai, para petugas pemadam kebakaran (Damkar) bertaruh nyawa dalam setiap tugas kemanusiaan. Namun, musuh terbesar para personel pemadam di lapangan bukanlah jilatan api secara langsung, melainkan kepulan asap tebal yang mengancam keselamatan serta kesehatan.

Hal tersebut disampaikan oleh Zulfikli, Kasi Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Damkar, Satpol PP Sanggau dalam Obrolan Sanggau Menyapa RRI PRO1 Sanggau, Senin 27 Juli 2026. Menurutnya, kepulan asap tebal menjadi pemicu utama kecelakaan kerja hingga hilangnya kesadaran petugas saat bertugas akibat paparan asap yang terus berlangsung dalam waktu lama.

"Pembunuh terbesar petugas pemadam kebakaran itu sebenarnya bukan api, tetapi asap. Asap itulah yang membunuh terbesar petugas-petugas damkar," jelasnya.

Zulkifli menjelaskan, ancaman paling mengkhawatirkan timbul sewaktu para personel terkepung asap pekat di lokasi kebakaran. Kondisi tersebut berpotensi besar menghilangkan kesadaran petugas dalam waktu singkat akibat minimnya pasokan oksigen yang terserap oleh tubuh.

Selain pekatnya asap, tantangan berat lainnya datang ketika tim pemadam harus berhadapan dengan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Berbeda dengan kebakaran bangunan yang pergerakannya lebih mudah diprediksi, kebakaran lahan menyimpan tingkat bahaya yang sangat dinamis akibat perubahan cuaca, arah angin, serta kondisi vegetasi yang mudah terbakar.

Dikatakan, perubahan arah angin secara mendadak memerlukan strategi khusus agar petugas tidak terjebak di tengah kobaran api yang berbalik arah. Karena itu, setiap personel dituntut terus memantau kondisi di sekitar lokasi, menjaga komunikasi antartim, serta memastikan jalur evakuasi tetap aman apabila situasi berubah secara tiba-tiba.

"Kalau kebakaran rumah kita bisa antisipasi arah anginnya. Tapi kalau lahan ini berubah arah, angin tuh tiba-tiba bisa berubah saja ke mana arahnya, bisa-bisa kita terkepung oleh api," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....