BPBD Sanggau Perkuat Penanganan di Tiga Lokasi Rawan Karhutla
- 27 Jul 2026 14:20 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID, Entikong - Menjelang puncak musim kemarau yang diperkirakan terjadi pada Agustus, Badan Penanganan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sanggau memprioritaskan penanganan kebakaran hutan dan lahan di sejumlah lokasi. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah meluasnya kebakaran seiring meningkatnya risiko karhutla selama musim kemarau.
Plt. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sanggau, Sigit Purnomo mengatakan, penanganan saat ini difokuskan di Sanggau Permai, Mensarang, dan Penyeladi yang berada di Kecamatan Kapuas. Penanganan dilakukan melalui koordinasi bersama pemerintah kecamatan, pemerintah desa, TNI, Polri, Damkar, serta instansi lainnya.
"Saat ini fokus penanganan berada di wilayah Kecamatan Kapuas, tepatnya di Sanggau Permai, Mensarang, dan Penyeladi. Penanganan dilakukan bersama lintas instansi agar api dapat segera dikendalikan dan tidak meluas ke kawasan lainnya," ujar Sigit dalam Dialog Sanggau Menyapa di RRI Sanggau, Senin 27 Juli 2026.
Ia menjelaskan, setiap laporan kebakaran langsung ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan seluruh pihak yang terlibat dalam penanggulangan bencana. Kolaborasi tersebut dinilai penting agar personel dan peralatan dapat segera dikerahkan sesuai kondisi di lapangan.
"Kami selalu berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan, pemerintah desa, TNI, Polri, Damkar, serta masyarakat dalam setiap penanganan kebakaran. Kolaborasi tersebut menjadi kunci agar upaya pemadaman dapat berjalan lebih efektif," katanya.
Sigit mengatakan, BPBD meningkatkan kewaspadaan karena puncak musim kemarau diperkirakan masih akan berlangsung pada Agustus. Kondisi cuaca yang semakin kering berpotensi meningkatkan risiko kebakaran apabila tidak diantisipasi melalui penanganan sejak dini.
"Kami mengimbau masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan selama musim kemarau karena risikonya sangat tinggi. Apabila menemukan kebakaran, segera laporkan kepada petugas agar dapat segera dilakukan penanganan," ungkapnya.
Sigit menegaskan, keberhasilan pengendalian karhutla tidak hanya bergantung pada petugas di lapangan, tetapi juga memerlukan dukungan masyarakat dalam mencegah munculnya titik api baru. Menurutnya, pelaporan dini dan kepatuhan untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar menjadi langkah penting menekan risiko kebakaran selama musim kemarau.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....