Interaksi Langsung Lebih Penting Bagi Anak daripada Gadget
- 22 Jul 2026 18:41 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID, Entikong - Penggunaan gadget pada anak di bawah usia 10 tahun perlu dibatasi agar proses tumbuh kembang berlangsung secara optimal. Interaksi langsung dengan orang tua, keluarga, dan lingkungan dinilai lebih efektif dalam mendukung perkembangan kemampuan berkomunikasi serta keterampilan sosial anak.
Kepala UPT Layanan Dukungan Anak dan Cacat (LDAC) Kota Pontianak, Ismi Ardhini dalam Dialog Sanggau Menyapa, Rabu 22 Juli 2026, mengatakan anak-anak sebaiknya lebih banyak belajar melalui pengalaman dan interaksi secara langsung dibandingkan menghabiskan waktu di depan layar. "Anak di bawah usia 10 tahun sebaiknya penggunaan gadget dibatasi agar mereka memiliki kesempatan berkomunikasi secara langsung dengan orang di sekitarnya, sehingga kemampuan bahasa dan sosialnya berkembang dengan baik," imbuhnya.
Masa kanak-kanak merupakan periode penting dalam perkembangan otak dan kemampuan berbahasa. Pada fase tersebut, anak membutuhkan stimulasi melalui percakapan, bermain bersama teman, membaca buku, dan aktivitas fisik yang melibatkan interaksi dua arah.
Menurut Ismi Ardhini, paparan gadget yang berlebihan dapat mengurangi intensitas komunikasi antara anak dengan lingkungan sekitar. "Kurangnya interaksi langsung berpotensi menghambat perkembangan kemampuan berbicara pada sebagian anak, sehingga orang tua perlu memberikan stimulasi melalui komunikasi yang aktif setiap hari," sambungnya.
Selain perkembangan bahasa, pembatasan penggunaan gadget juga membantu anak meningkatkan konsentrasi, kreativitas, serta kemampuan memecahkan masalah. Aktivitas seperti bermain di luar rumah, menggambar, menyusun balok, dan bercerita bersama keluarga dapat menjadi alternatif yang lebih bermanfaat bagi tumbuh kembang anak.
Orang tua memiliki peran penting dalam mengatur durasi penggunaan perangkat digital sekaligus menjadi teladan dalam penggunaan teknologi yang bijak. Pendampingan saat anak mengakses media digital juga diperlukan agar konten yang diterima sesuai dengan usia dan kebutuhan perkembangannya.
Ismi Ardhini mengimbau agar keluarga lebih banyak menyediakan waktu berkualitas bersama anak dibandingkan memberikan gadget sebagai pengalih perhatian. "Dengan interaksi yang hangat dan komunikasi yang rutin, anak akan memperoleh stimulasi yang baik untuk perkembangan bicara, sekaligus membantu mengurangi risiko keterlambatan perkembangan bahasa atau speech delay," imbuhnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....