Damri Siap Tanggungjawab Korban Kecelakaan Bus di Penyeladi
- 06 Apr 2026 18:59 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID, Entikong – Perum Damri menyatakan komitmennya untuk bertanggungjawab penuh terhadap seluruh korban kecelakaan bus di Desa Penyeladi, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau, Minggu siang lalu. Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh General Manager Perum Damri Cabang Pontianak, Ahmad Bukhari di Sanggau, Senin 6 April 2026.
“Kami turut berduka cita dan berbela sungkawa sedalam-dalamnya atas kejadian ini, dan kami akan bertanggung jawab penuh terhadap korban-korban dalam kecelakaan ini,” kata Ahmad Bukhari.
Ia menjelaskan, bus tersebut membawa sekitar 31 penumpang saat kejadian berlangsung. Dari jumlah tersebut, satu orang dilaporkan meninggal dunia, sementara lainnya mengalami luka berat dan ringan.
“Jumlah pelanggan sebanyak 31 penumpang, ada yang mengalami luka berat, luka ringan, dan satu meninggal dunia,” jelasnya.
Seluruh korban telah dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Sejumlah korban dengan kondisi luka berat dirujuk ke Pontianak, sementara lainnya dirawat di Sanggau.
“Prinsipnya kami memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan yang optimal, baik yang dirawat di Sanggau maupun yang dirujuk ke Pontianak,” ucapnya.
Terkait penyebab kecelakaan, ia menyampaikan proses investigasi masih berlangsung. Damri bersama pihak kepolisian terus melakukan pendalaman guna memastikan penyebab pasti kejadian tersebut.
“Proses investigasi masih berlangsung dan kami membuka secara transparan agar penyelidikan ini berjalan dengan jelas,” ungkapnya.
Ia juga memastikan sistem CCTV di dalam bus dalam kondisi berfungsi dan saat ini tengah dilakukan pengecekan sebagai bagian dari proses investigasi. Rekaman tersebut diharapkan dapat membantu mengungkap kronologi kecelakaan secara lebih rinci.
“CCTV di kendaraan kami berfungsi dan saat ini juga sedang dilakukan pengecekan dan investigasi,” terangnya.
Selain itu, Ahmad Bukhari menegaskan, armada yang digunakan masih dalam masa uji kelaikan yang aktif. Namun demikian, berbagai dugaan penyebab kecelakaan, termasuk isu teknis kendaraan, masih menunggu hasil investigasi resmi.
“Untuk kendaraan ini dalam posisi aktif masa berlakunya, namun penyebab utama kecelakaan masih dalam proses investigasi,” tambahnya.
Ia juga memastikan operasional layanan tetap berjalan normal, khususnya pada rute Sintang–Pontianak. Keselamatan dan keamanan penumpang tetap menjadi prioritas utama dalam pelayanan.
“Untuk pelayanan rute tetap berjalan seperti biasa, dengan tetap mengedepankan keselamatan dan keamanan pelanggan,” tuturnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....