Ramadan, Penghasilan Ojek Motor di Perbatasan Turun
- 08 Mar 2026 17:00 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID, Entikong – Ojek motor yang beroperasi di perbatasan Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat menjadi salahsatu pilihan transportasi para pelintas batas dan warga. Keberadaan ojek motor membantu mobilitas masyarakat yang keluar masuk kawasan perbatasan Indonesia–Malaysia.
Salah seorang pengemudi ojek di perbatasan Entikong, Toper mengaku, dia menekuni pekerjaan tersebut setelah pandemi berakhir. Ia menyebut, pekerjaan ini menjadi sumber penghasilan utama bagi dirinya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Sejak selesai Covid19 memulai sebagai ojek motor di Entikong,” ujar Toper, Minggu 8 Maret 2026.
Menurutnya, aktivitas penumpang di kawasan perbatasan cukup membantu para pengemudi ojek mendapatkan penghasilan setiap hari. Toper menjelaskan, tarif yang dikenakan kepada penumpang tidak sama karena menyesuaikan jarak tujuan.
| Baca juga: Helda, Juru Parkir Tangguh di PLBN Entikong |
"Penumpang biasanya minta diantar ke beberapa wilayah di Entikong. Untuk per penumpang, tambang (ongkos) berbeda tergantung jarak, penghasilan kadang dapat Rp100 ribu sampai Rp200 ribu perhari,” katanya.
Ia menyampaikan, pendapatan tersebut cukup membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga. Memasuki bulan Ramadan, dikatakan, aktivitas penumpang di kawasan perbatasan masih berjalan seperti biasa meskipun ada sedikit perubahan jumlah penumpang.
“Penghasilan saat Ramadan dengan hari biasa hampir sama, namun ada sedikit penurunan. Penumpang ini dari pelintas yang keluar dari Malaysia dan warga Entikong,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....