Berbakti kepada Orang Tua Jalan Menuju Ridha Ilahi
- 04 Mar 2026 15:02 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID, Entikong - Empat amalan utama dinilai menjadi fondasi penting dalam membentuk pribadi Muslim yang kuat yakni menjaga salat lima waktu, berbakti kepada orang tua, memperbanyak sedekah, serta melakukannya secara konsisten dan berkesinambungan dalam kehidupan sehari-hari. Hal itu disampaikan Dai 3T Perbatasan Sanggau, Bambang Yudi Prayitno, dalam tausiyahnya kepada pemirsa dan pendengar RRI Entikong dalam obrolan mutiara pagi RRI Entikong, Rabu 4 Maret 2026.
Bambang menjelaskan, Salat lima waktu menjadi kewajiban dasar yang tidak dapat ditinggalkan. Ibadah ini bukan hanya rutinitas, tetapi juga bentuk komunikasi spiritual antara hamba dan Sang Pencipta. Dengan menjaga salat tepat waktu, seseorang dinilai mampu membangun kedisiplinan sekaligus memperkuat keimanan.
“Amalan ini sederhana, tetapi memiliki nilai besar di sisi Allah SWT apabila dijalankan secara konsisten,” kata Bambang.
| Baca juga: Puasa Ramadhan Bentuk Ketakwaan Umat Beriman |
Selain itu, berbakti kepada orang tua juga menjadi amalan yang memiliki kedudukan tinggi, seperti sikap hormat, perhatian, dan kepedulian terhadap orang tua disebut sebagai bagian dari nilai moral yang mendasar dalam kehidupan bermasyarakat. Pengabdian kepada orang tua tidak hanya dilakukan saat mereka masih sehat, tetapi juga melalui doa ketika mereka telah tiada.
“Berbakti tidak hanya dalam bentuk materi, tetapi juga sikap hormat, perhatian, dan doa yang tulus,” ujarnya.
Ia menyebut, Amalan berikutnya adalah memperbanyak sedekah, tindakan berbagi kepada sesama, baik dalam bentuk materi maupun tenaga, dinilai mampu mempererat solidaritas sosial. Sedekah tidak selalu identik dengan jumlah besar, melainkan ketulusan dan kepedulian terhadap sesama yang membutuhkan.
Ditegaskannya, Praktik sedekah yang rutin juga dinilai dapat membentuk karakter empati serta meningkatkan rasa syukur. Dalam konteks sosial, budaya berbagi menjadi salah satu pilar penting dalam menjaga harmoni di tengah masyarakat.
Keempat amalan tersebut, menurut bamabang, tidak cukup dilakukan sesekali. Konsistensi menjadi kunci agar nilai ibadah dan kebaikan yang dilakukan benar-benar membentuk karakter dan kepribadian umat muslim disanggau.
Bambang Berharap, konsisten dan berkesinambungan berarti menjaga kualitas amalan dalam jangka panjang, bukan hanya semangat sesaat. Dengan menjalankan salat tepat waktu, berbakti kepada orang tua, serta memperbanyak sedekah secara istiqamah, diharapkan terbentuk generasi yang tidak hanya kuat secara spiritual, tetapi juga peduli secara sosial.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....