Tahan Dulu Konsumsi Makanan dan Minuman Ini saat Kemarau
- 13 Agt 2026 14:20 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID, Sanggau - Musim kemarau sering kali membawa cuaca panas terik dan kelembapan udara yang fluktuatif. Kondisi lingkungan seperti ini tidak hanya memicu dehidrasi, tetapi juga menciptakan iklim yang sangat ideal bagi perkembangbiakan bakteri dan mikroorganisme pembusuk. Oleh karena itu, konsumsi beberapa jenis makanan dan minuman menjadi jauh lebih berisiko bagi kesehatan jika tidak diperhatikan dengan cermat selama musim kemarau.
Salah satu jenis kuliner yang paling rentan adalah makanan bersantan, seperti gulai atau opor, serta olahan berkuah kental. Suhu udara kemarau yang tinggi mempercepat proses fermentasi dan pembusukan lemak pada santan. Jika dibiarkan di ruang terbuka tanpa pemanasan ulang yang memadai, makanan bersantan dapat basi hanya dalam hitungan jam dan berpotensi tinggi memicu keracunan makanan atau gangguan pencernaan.
Daging, ikan, dan hidangan laut (seafood) yang dijual di area terbuka juga tergolong sangat riskan. Tanpa pendinginan yang konstan (cold chain yang terjaga), protein hewani sangat cepat dihinggapi lalat dan menjadi sarang pertumbuhan bakteri patogen seperti Salmonella dan E. coli. Mengonsumsi olahan daging atau ikan yang kesegarannya sudah menurun di musim panas dapat menyebabkan diare berat hingga infeksi usus.
Makanan penutup bertekstur basah yang berbahan dasar susu atau telur, seperti kue basah, puding, dan krim, memerlukan perhatian ekstra. Produk olahan susu (dairy products) sangat sensitif terhadap paparan suhu hangat. Di musim kemarau, struktur makanan ini cepat rusak dan menjadi media tumbuh yang subur bagi mikroba, sehingga berisiko menyebabkan mual, muntah, dan kram perut jika dikonsumsi dalam kondisi tidak segar.
Di sektor minuman, es campur atau es sirup pinggir jalan yang dijual di tempat terbuka menyimpan risiko kesehatan yang cukup tinggi. Es batu yang digunakan kerap kali dibuat dari air mentah yang belum disterilkan. Selain itu, paparan debu jalanan yang meningkat drastis selama musim kemarau dapat membawa partikel kotoran dan kuman langsung ke dalam mangkuk es, yang berpotensi memicu penyakit typus maupun diare.
Minuman kemasan berkarbonasi serta minuman berkafein tinggi juga sebaiknya dibatasi konsumsinya saat cuaca terik. Meskipun terasa menyegarkan di awal, sifat diuretik dari kafein serta kandungan gula yang sangat tinggi justru akan merangsang ginjal untuk memproduksi urine lebih banyak. Hal ini dapat mempercepat kehilangan cairan tubuh dan memperburuk risiko dehidrasi di tengah cuaca kemarau yang menyengat.
Risiko kesehatan dari makanan dan minuman di musim kemarau sebagian besar dipicu oleh percepatan pembusukan serta kontaminasi lingkungan. Untuk menjaga kesehatan, sangat disarankan untuk selalu memilih makanan yang baru dimasak, memastikan minuman berasal dari sumber air matang yang bersih, menyimpan bahan makanan di dalam lemari pendingin, serta menghindari jajanan yang terpapar debu dan panas secara langsung.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....