Sampah Menumpuk Ancam Kesehatan dan Sumber Air
- 27 Apr 2026 11:20 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID, Entikong - Sampah yang tidak dikelola dengan baik berpotensi menimbulkan berbagai risiko serius bagi lingkungan dan kesehatan masyarakat. Kondisi ini menjadi perhatian penting seiring meningkatnya aktivitas pelayanan gizi, serta produksi makanan oleh berbagai lini bisnis di berbagai wilayah.
Kabid Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sanggau, Sumardi, mengingatkan masyarakat bahwa dampak sampah tidak hanya terlihat secara fisik. Ia menilai risiko jangka panjang justru lebih berbahaya jika diabaikan.
“Jika sampah tidak dikelola dengan baik, maka dampaknya tidak hanya berupa bau atau pemandangan yang buruk. Risiko kesehatan dan pencemaran lingkungan bisa terjadi dalam jangka panjang,” ungkap Sumardi dalam program Green Radio, Pro 1 RRI Sanggau, Sabtu 25 April 2026.
Menurutnya, sampah organik dapat menghasilkan cairan berbahaya yang meresap ke dalam tanah. Cairan tersebut berpotensi mencemari sumber air yang digunakan oleh masyarakat.
“Sampah organik menghasilkan lindi yang dapat meresap ke tanah dan mencemari air tanah. Ini sangat berbahaya jika tidak dikendalikan dengan baik sejak awal,” katanya.
Selain pencemaran air, kata Sumardi, sampah juga dapat menghasilkan gas berbahaya yang memicu ledakan. Kondisi ini sering terjadi di lokasi penumpukan sampah yang tidak terkelola dengan baik.
“Gas yang dihasilkan dari pembusukan sampah organik dapat memicu ledakan jika terakumulasi dalam jumlah besar. Ini menjadi ancaman serius yang tidak boleh diabaikan,” katanya.
Ditambahkannya, penumpukan sampah juga dapat menjadi sumber berkembangnya penyakit. Lingkungan yang kotor akan meningkatkan risiko penyebaran penyakit melalui vektor seperti lalat dan tikus.
“Lingkungan yang dipenuhi sampah menjadi tempat berkembang biaknya penyakit. Ini tentu berdampak langsung terhadap kesehatan masyarakat di sekitarnya,” ungkapnya.
Sumardi mengimbau seluruh pihak untuk lebih peduli terhadap pengelolaan sampah agar risiko tersebut dapat diminimalkan. Kesadaran bersama dinilai menjadi langkah utama dalam mencegah dampak yang lebih luas.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....