Waspada TBC, Sanitasi Jadi Kunci Pencegahan

  • 18 Apr 2026 10:33 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, EntikongKesadaran menjaga kesehatan masih kerap dianggap sepele dalam kehidupan sehari-hari. Padahal, kebiasaan buruk seperti kurang menjaga kebersihan diri, pola makan tidak teratur, serta lingkungan yang tidak sehat dapat memicu berbagai penyakit menular berbahaya, salah satunya Tuberkulosis.

Ketua Tim Kerja Pengawasan Faktor Risiko Kesehatan Lingkungan Loka Kekarntinaan Kesehatan (LKK) Entikong, Yohanes Jily Rakitadewa, mengingatkan bahwa penyakit ini mudah berkembang pada kondisi lingkungan yang tidak sehat. Ia menyebutkan, tempat yang lembap, gelap, dan memiliki sirkulasi udara buruk menjadi media ideal bagi bakteri penyebab TBC.

“Untuk Tuberkulosis, penularannya melalui droplet atau lewat udara,” jelas Yohanes dalam program Obrolan Indonesia Sehat, Jumat 17 April 2026.

Menurutnya, kondisi tersebut membuat penyebaran penyakit menjadi lebih cepat, terutama jika daya tahan tubuh seseorang sedang menurun. Oleh karena itu, menjaga kualitas lingkungan menjadi langkah penting dalam upaya pencegahan.

Yohanes menegaskan bahwa sanitasi yang baik merupakan kunci utama dalam menjaga kesehatan sekaligus menekan risiko penyakit menular. Lingkungan yang bersih, ketersediaan air bersih, serta sistem pembuangan limbah yang memadai dapat mencegah berkembangnya bakteri berbahaya.

“Sanitasi yang bagus itu indikator lingkungan yang sehat, seperti kebersihan terjaga, udara bersih, dan lingkungan yang layak huni,” ujarnya.

Ia juga menyoroti kondisi Entikong sebagai wilayah perbatasan dengan mobilitas penduduk yang cukup tinggi. Aktivitas keluar masuk orang setiap hari dinilai menjadi faktor risiko tersendiri dalam penyebaran TBC jika tidak diimbangi dengan perilaku hidup bersih dan sehat.

Tingginya lalu lintas manusia di suatu wilayah, lanjutnya, berbanding lurus dengan potensi penyebaran penyakit menular. Hal ini menjadi perhatian penting bagi masyarakat dan pemangku kebijakan untuk meningkatkan kewaspadaan.

“Nah, salah satu faktor risiko penularan Tuberkulosis adalah mobilitas penduduk yang tinggi. Semakin banyak pergerakan orang, potensi penyebaran juga semakin besar,” ungkapnya.

Untuk itu kata Yohanes, masyarakat diimbau agar mulai membiasakan pola hidup sehat, menjaga kebersihan lingkungan, serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya sanitasi. Upaya sederhana ini diyakini mampu menekan risiko penyebaran TBC sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat secara menyeluruh.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....