Mulai dari Nol, Ini Panduan Menulis Karya Tulis Ilmiah

  • 02 Okt 2026 21:34 WIB
  •  Sanggau

RRI.CO.ID, Sanggau - Tidak memiliki pengalaman menulis karya tulis ilmiah bukan berarti harus menjadi alasan untuk mengurungkan niat berkarya. Penulis karya tulis ilmiah berprestasi Qory Fasdatul Jannah membagikan sejumlah langkah yang dapat dilakukan anak muda yang ingin belajar menulis karya ilmiah dari benar-benar nol.

Pengajar di Taman Pendidikan Quran Masjid An-Nur Sintang sekaligus lulusan Ilmu Al Quran dan Tafsir IAIN Pontianak, Qory Fasdatul Jannah, mengatakan langkah awal yang dapat dilakukan pemula adalah mencari lingkungan yang memang berkutat dengan bidang kepenulisan. Menurutnya, lingkungan tersebut dapat membantu seseorang mengenali bidang yang diminati sekaligus memberikan ruang untuk belajar dan berdiskusi.

“Kalau misalkan teman-teman sekiranya sekarang lagi senggang atau udah sibuk tapi masih mencari kesibukan, bisa teman mulai dari menulis gitu. Karena menulis itu cara kita mengikat ilmu,” ujar Qory dalam Obrolan Sore Ceria RRI Pro 2 Sanggau, Jumat, 2 Oktober 2026.

Qory menjelaskan, setelah menemukan lingkungan yang sesuai, pemula dapat menentukan bidang kepenulisan yang ingin ditekuni, baik karya ilmiah maupun sastra. Khusus bagi yang tertarik pada karya ilmiah populer bidang Al-Quran dan Tafsir, proses berikutnya dapat dimulai dengan mencari fenomena terdekat yang menjadi keresahan.

“Kalau misalkan teman-teman tertarik dengan bidang yang saya tekuni, yaitu karya ilmiah populer, khususnya di ilmu Al-Quran dan Tafsir, mungkin teman-teman bisa reach out saya. Bisa menghubungi saya dari Instagram, mungkin seperti itu, nanti kita akan berdiskusi sama-sama,” kata Qory.

Ia mengatakan, pemula tidak perlu langsung membawa gagasan yang sudah sempurna ketika ingin berdiskusi. Cukup dengan menemukan fenomena yang menarik perhatian, kemudian merumuskan pertanyaan dari fenomena tersebut sebagai pijakan awal untuk menentukan arah tulisan.

“Mungkin teman-teman bisa cari fenomena terdekat dulu yang jadi keresahan teman-teman, teman-teman pengen nulisnya. Kemudian teman-teman rumuskan pertanyaannya apa,” ungkap Qory.

Selanjutnya, Qory menyarankan penulis pemula mencari konsep yang relevan dengan bidang yang dipilih serta mengumpulkan data pendukung dari literatur maupun lapangan. Untuk karya tulis ilmiah Al Quran, misalnya, data tersebut dapat dilengkapi dengan konsep Al Quran, penelitian terdahulu, data lapangan, hingga solusi terhadap persoalan yang dikaji.

“Kalau bidang saya kan Al-Quran ya, ataupun hadis teman-teman bisa cari konsep yang relevan dulu, konsep Al Quran, seperti itu. Kalau belum bisa baca tafsir, karena saya juga nggak bisa bahasa Arab, survive aja gitu kan, kalau belum bisa, bisa cari sambilan di Google,” jelas Qory.

Ia menambahkan, proses belajar tidak harus langsung menghasilkan karya yang sempurna karena kemampuan akan berkembang seiring dengan kebiasaan belajar dan berdiskusi. Dengan memulai dari lingkungan yang tepat, persoalan sederhana, pertanyaan yang jelas, hingga pencarian data dan solusi, Qory berharap, anak muda yang masih benar-benar pemula dapat memiliki gambaran untuk memulai perjalanan di dunia karya tulis ilmiah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....