Ini Alasan Jadi Penulis Harus Rajin Membaca

  • 28 Agt 2026 18:20 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Sanggau - Kemampuan menulis tidak hanya dibangun dengan rajin menghasilkan karya, tetapi juga melalui kebiasaan membaca. Penulis cerpen dan puisi, Hidayatul Ulum, menilai membaca menjadi bagian penting dalam perjalanan seorang penulis karena dapat memperkaya kosakata, memperluas wawasan, sekaligus membantu memahami beragam teknik kepenulisan.

Penulis yang juga berprofesi sebagai guru tersebut mengatakan, membaca seharusnya menjadi kebiasaan yang melekat dalam keseharian seorang penulis. Menurutnya, semakin banyak bacaan yang dikonsumsi, semakin banyak pula pengetahuan dan referensi yang dapat digunakan untuk menunjang proses menulis.

“Saya rasa iya, penulis yang banyak bacaan itu akan mendapat nilai plus begitu. Selain itu juga, itu udah jadi makanan penulis seharusnya,” kata Hida dalam Obrolan Sore Ceria RRI Pro 2 Sanggau, Jumat, 28 Agustus 2026.

Hida menjelaskan, salah satu manfaat membaca adalah membuat penulis lebih banyak terpapar kosakata yang dapat memperkaya pilihan kata dalam karya. Kebiasaan tersebut juga membuka wawasan baru yang dapat membantu penulis melihat sebuah persoalan dari berbagai sudut pandang.

“Karena kalau sudah banyak bacaan itu penulis akan terpapar dengan lebih banyak kosa kata, kemudian wawasan-wawasan baru,” ungkap Hida.

Diakuinya, membaca karya penulis lain juga dapat menjadi sarana belajar untuk memahami teknik dan gaya penulisan. Dari sana, penulis pemula dapat mengamati bagaimana sebuah cerita dibangun, bagaimana bahasa digunakan, serta bagaimana penulis lain mengolah gagasan menjadi karya yang menarik.

Hida juga mengaku masih kerap menemukan kosakata yang belum dipahaminya ketika membaca karya penulis lain. Kondisi tersebut justru dimanfaatkannya sebagai kesempatan belajar dengan mencari makna kata melalui Kamus Besar Bahasa Indonesia yang kini dapat diakses secara digital.

“Dan ketika saya baca, kok tidak paham ya, maksudnya bahasanya itu saya belum paham ini kosa katanya apa gitu. Biasanya saya tulis atau nggak, saya langsung ini buka Kamus Besar Bahasa Indonesia,” jelas Hida.

Menurut Hida, proses belajar seorang penulis tidak pernah benar-benar selesai meskipun telah memiliki pengalaman dan berbagai prestasi. Ia pun mengaku masih merasa perlu banyak belajar karena selalu ada penulis lain yang memiliki kemampuan lebih baik, sehingga kebiasaan membaca dan terus berproses perlu dipertahankan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....