Potensi Ekonomi Digital Jadi Peluang Besar UMKM

  • 24 Jul 2026 21:20 WIB
  •  Entikong

RRI.co.id, Entikong — Potensi ekonomi digital Indonesia yang diperkirakan mendekati nilai 100 miliar dolar AS menjadi peluang besar yang harus dimanfaatkan oleh para pelaku UMKM, termasuk di kawasan perbatasan. Kemudahan akses teknologi kini memungkinkan usaha lokal bersaing dan memperluas jangkauan pasar secara lebih efisien.

Hal tersebut disampaikan oleh Hasanah, seorang Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis dalam Obrolan Ekonomi Digital RRI PRO1 Sanggau, Jumat 24 Juli 2026. Menurutnya, pelaku UMKM tidak boleh berkecil hati atau merasa asing dengan istilah ekonomi digital, karena praktik teknologi ini sebenarnya sudah sering mereka gunakan dalam kegiatan usaha sehari-hari secara langsung.

"Ekonomi digital itu adalah seluruh aktivitas ekonomi yang memanfaatkan teknologi digital, internet, data, dan perangkat elektronik dalam proses produksi, pemasaran, transaksi, maupun pelayanan kepada konsumen," ujar Hasanah.

Ia menerangkan, secara rinci bahwa digitalisasi bukan melulu tentang membuka toko di marketplace besar yang rumit. Aktivitas sederhana seperti memanfaatkan aplikasi pesan singkat untuk melayani pembeli atau menggunakan dompet digital saat ini sudah menjadi langkah awal transformasi ekonomi modern yang sangat praktis, efektif, dan efisien.

"Jadi ekonomi digital bukan hanya berjualan melalui marketplace. Ketika UMKM mempromosikan produk melalui WhatsApp, menerima pembayaran melalui QRIS, menggunakan aplikasi pencatatan keuangan, memesan bahan baku secara daring, atau memanfaatkan jasa pengiriman, semua itu sudah menjadi bagian dari ekonomi digital," jelasnya.

Hasanah menyampaikan, secara optimis bahwa peluang pasar digital di Indonesia sangat terbuka lebar seiring tingginya jumlah pengguna internet yang telah mencapai 229 juta jiwa atau sekitar 80 persen dari total populasi. Kondisi ini secara nyata membuat pasar domestik menjadi sangat potensial bagi keberlangsungan pertumbuhan produk-produk lokal.

"Hingga semester pertama, QRIS telah menjangkau sekitar 57 juta pengguna," ungkap Hasanah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....