UMKM Dituntut Beradaptasi, Digitalisasi Buka Peluang Usaha Lebih Luas
- 27 Jul 2026 07:52 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID, Entikong - Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara masyarakat berbelanja, bertransaksi, hingga memasarkan produk. Kondisi ini membuat pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dituntut untuk mampu beradaptasi agar tetap bersaing di tengah perubahan zaman.
Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tanjungpura Pontianak, Hasanah, mengatakan aktivitas penjualan melalui aplikasi WhatsApp dan pembayaran menggunakan QRIS yang disertai pencatatan keuangan digital merupakan bagian dari ekosistem ekonomi digital. Pemanfaatan teknologi tersebut dinilai mampu meningkatkan efisiensi sekaligus memperluas jangkauan pasar bagi pelaku UMKM.
"Penjualan melalui WhatsApp, pembayaran menggunakan QRIS, hingga pencatatan keuangan digital merupakan bagian dari ekonomi digital yang harus mulai diterapkan oleh pelaku UMKM," ungkap Hasanah dalam Obrolan Ekonomi Digital RRI Sanggau, Jumat 24 Juli 2026.
Menurutnya, digitalisasi tidak lagi menjadi pilihan, melainkan kebutuhan bagi pelaku usaha. Semakin cepat pelaku UMKM mengadopsi teknologi, semakin besar pula peluang mereka untuk berkembang dan menjangkau konsumen yang lebih luas.
Ia menjelaskan, jumlah pengguna media sosial di Indonesia saat ini telah mencapai sekitar 229 juta orang atau sekitar 80 persen dari total populasi. Besarnya jumlah pengguna tersebut menjadi peluang yang sangat besar bagi pelaku UMKM untuk mempromosikan produk dan membangun hubungan dengan pelanggan.
Meski demikian, Hasanah mengakui masih terdapat kesenjangan dalam pemanfaatan teknologi digital antara pelaku UMKM di wilayah perkotaan dan daerah. Perbedaan akses internet, literasi digital, hingga ketersediaan pendampingan menjadi tantangan yang masih perlu diatasi bersama.
Menurutnya, pelaku UMKM mau tidak mau harus mengikuti perkembangan digitalisasi agar tidak tertinggal dalam persaingan usaha. Adaptasi terhadap teknologi akan membuat persaingan menjadi lebih terbuka sekaligus memberikan kesempatan yang sama bagi setiap pelaku usaha untuk berkembang.
"Prcepatan transformasi digital tidak dapat dibebankan sepenuhnya kepada pelaku UMKM. Dibutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak agar proses adaptasi berjalan lebih cepat dan merata di seluruh daerah," ujarnya.
Hasanah menegaskan, peran pemerintah, perguruan tinggi, dan pihak swasta dinilai sangat penting dalam memberikan pelatihan, pendampingan, serta memperluas akses terhadap teknologi digital. Dengan sinergi tersebut, pelaku UMKM diharapkan mampu memanfaatkan peluang ekonomi digital secara optimal dan meningkatkan daya saing di pasar nasional maupun global.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....