Minimnya Pembinaan Gasing Sanggau Belum Miliki Pelatih Khusus
- 27 Jul 2026 07:48 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID, Entikong - Permainan gasing masih berputar di tengah arus modernisasi sebagai salah satu warisan budaya yang terus dijaga masyarakat Kabupaten Sanggau. Bagi sebagian warga, gasing bukan sekadar permainan tradisional, tetapi juga menjadi pengingat akan kebersamaan dan masa kecil yang penuh kenangan.
Sekretaris Persatuan Gasing Orang Sanggau (Pegasus), Nur Afandi, mengatakan gasing merupakan peninggalan budaya dari para leluhur yang memiliki nilai sejarah dan kebersamaan. Karena itu, baginya keberadaan permainan tradisional tersebut perlu terus dilestarikan agar tidak hilang ditelan perkembangan zaman.
"Gasing merupakan warisan budaya dari para leluhur sekaligus menjadi ajang nostalgia bagi masyarakat Sanggau yang harus terus kita lestarikan," ungkap Nur Afandi dalam Dialog RRI Sanggau Menyapa, Jumat 24 Juli 2026.
Menurutnya, setiap kegiatan atau perlombaan gasing selalu menghadirkan suasana kekeluargaan yang erat. Tidak sedikit masyarakat yang datang untuk mengenang masa ketika permainan tradisional menjadi hiburan utama di lingkungan tempat tinggal mereka.
Nur Afandi menjelaskan, pelestarian gasing tidak hanya menjadi tanggung jawab komunitas, tetapi juga membutuhkan dukungan dari berbagai pihak. Keterlibatan pemerintah, sekolah, dan masyarakat dinilai penting agar generasi muda semakin mengenal permainan tradisional tersebut.
Namun demikian, katanya, upaya pembinaan olahraga tradisional ini masih menghadapi tantangan. Hingga saat ini, Kabupaten Sanggau belum memiliki pelatih khusus gasing yang dapat membina atlet maupun calon pemain secara berkelanjutan.
Tambahnya, kondisi tersebut membuat proses regenerasi pemain lebih banyak bergantung pada pengalaman para pegiat dan komunitas. Mereka saling berbagi pengetahuan mengenai teknik bermain, pembuatan gasing, hingga strategi dalam pertandingan.
Meski dihadapkan pada keterbatasan, Afandi mengakui komunitas Pegasus tetap aktif memperkenalkan gasing melalui berbagai kegiatan di tengah masyarakat. Langkah itu diharapkan mampu menarik minat anak-anak dan remaja untuk mengenal sekaligus mencintai permainan tradisional.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....