Kebebasan Harus Berjalan Bersama Tanggung Jawab
- 23 Agt 2026 09:43 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID, Sanggau – Kebebasan menjadi salah satu bagian penting dalam kehidupan manusia, termasuk dalam menjalankan pilihan dan menentukan arah kehidupan sesuai dengan keyakinan yang dimiliki. Namun, dalam perspektif Kitab Suci, kebebasan tidak berarti seseorang dapat bertindak tanpa batas, melainkan menjadi amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab di hadapan Tuhan dan sesama.
Ketua Badan Musyawarah Antar Gereja (BAMAG) Kabupaten Sanggau, Petrus Musa, dalam Obrolan program Mutiara Pagi Kristen di RRI Sanggau, Sabtu 22 Agustus 2026 mengatakan kebebasan yang dimiliki manusia perlu disertai kesadaran bahwa setiap tindakan membawa konsekuensi yang harus dipertanggungjawabkan. Menurutnya, iman menjadi landasan penting agar kebebasan yang dimiliki tidak digunakan untuk melakukan tindakan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain.
"Kebebasan bukanlah kesempatan untuk bertindak tanpa batas, tetapi merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab di hadapan Tuhan dan sesama," ungkap Petrus
Ia menjelaskan bahwa Kitab Suci mengajarkan manusia untuk menggunakan kebebasan secara bijaksana dan tetap memperhatikan nilai-nilai kasih, kebenaran, serta kepedulian terhadap sesama. Karena itu, kebebasan seharusnya menjadi kesempatan untuk melakukan kebaikan dan membangun kehidupan yang lebih harmonis.
Petrus menuturkan bahwa perkembangan zaman memberikan ruang yang semakin luas bagi masyarakat untuk menyampaikan pendapat, mengambil keputusan, dan mengekspresikan diri dalam berbagai bentuk. Kondisi tersebut perlu diimbangi dengan pengendalian diri dan kebijaksanaan agar kebebasan tidak berubah menjadi tindakan yang menimbulkan konflik, perpecahan, maupun kerugian bagi orang lain.
Menurutnya, generasi muda memiliki tantangan yang semakin besar dalam menggunakan kebebasan, terutama di tengah perkembangan teknologi dan media sosial yang memungkinkan setiap orang menyampaikan sesuatu dengan cepat dan luas. Oleh sebab itu, nilai-nilai iman perlu terus ditanamkan agar kebebasan digunakan untuk menyebarkan kebaikan, memperkuat persaudaraan, dan menghadirkan kedamaian di tengah masyarakat.
"Setiap kebebasan perlu disertai iman, kebijaksanaan, dan pengendalian diri agar tidak berubah menjadi tindakan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain," katanya.
Petrus Musa berharap masyarakat dapat memahami bahwa kebebasan dan tanggung jawab merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan sehari-hari. Ia mengajak umat untuk menjadikan ajaran Kitab Suci sebagai pedoman dalam menggunakan kebebasan, sehingga setiap pilihan dan tindakan dapat membawa manfaat, mencerminkan kasih Tuhan, serta memperkuat kehidupan yang rukun dan damai.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....