Metode Berbasis Masalah Dekatkan Materi Dengan Kehidupan Siswa

  • 18 Agt 2026 22:15 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID,Sanggau - Pembelajaran di sekolah pada umumnya menggunakan metode berbasis masalah dengan menyesuaikan materi terhadap kondisi dan kehidupan sehari-hari siswa. Pendekatan ini dinilai membuat proses belajar lebih kontekstual karena siswa dapat menghubungkan materi pelajaran dengan berbagai persoalan yang mereka lihat dan alami di lingkungan sekitar.

“Metode berbasis masalah lebih dekat dengan kehidupan siswa, karena apa yang dipelajari dapat dikaitkan dengan sesuatu yang mereka lihat dan alami sehari-hari,” ungkap Guru SDN 14 Badat, Perbatasan Entikong, Kecamatan Entikong, Elias Jeksen, dalam Dialog Pagi RRI Sanggau, Selasa 18 Agustus 2026.

Menurutnya, penerapan pembelajaran berbasis masalah tidak berarti seluruh materi harus disampaikan dalam bentuk persoalan yang sama dengan kondisi di lapangan. Guru tetap berpedoman pada materi pembelajaran, namun contoh, cara penyampaian, dan aktivitas belajar dapat disesuaikan dengan tingkat pemahaman serta pengalaman siswa.

“Materi pembelajaran tetap mengacu pada kurikulum, namun cara penyampaiannya disesuaikan dengan kondisi dan pengalaman yang dekat dengan kehidupan siswa,” katanya.

Jeksen menjelaskan penyesuaian tersebut menjadi bagian penting agar pembelajaran tidak hanya berorientasi pada penyampaian teori, tetapi juga mendorong siswa memahami manfaat materi dalam kehidupan nyata. Dengan menggunakan contoh yang dekat dengan keseharian, siswa diharapkan lebih mudah mengikuti pembelajaran, aktif berdiskusi, serta berani menyampaikan pendapat dan mencari solusi terhadap persoalan yang diberikan.

“Guru harus melihat kondisi siswa, kemudian materi yang ada kita sesuaikan supaya mereka lebih mudah memahami dan tidak merasa pembelajaran itu jauh dari kehidupan mereka,” ujarnya.

Menurut Jeksen, metode berbasis masalah juga dapat melatih kemampuan berpikir kritis dan kemandirian siswa dalam menyelesaikan persoalan. Melalui pembelajaran yang kontekstual dan sesuai kebutuhan siswa, proses belajar diharapkan tidak berhenti pada penguasaan materi, tetapi mampu membentuk kemampuan menerapkan pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....