Maulid Nabi Jadi Momentum Isi Kemerdekaan

  • 17 Agt 2026 20:29 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Sanggau – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang bertepatan dengan semangat kemerdekaan dapat menjadi momentum penting bagi umat Islam untuk memperkuat keimanan sekaligus meneladani akhlak Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari. Nilai keteladanan tersebut juga dapat diwujudkan dengan mengisi kemerdekaan melalui persatuan, kepedulian, serta berbagai karya positif yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan bangsa.

Pengawas Pendidikan Madrasah Kemenag Kabupaten Sanggau, Qomar Laela, dalam Obrolan program Mutiara Pagi Islam di RRI Sanggau, Senin 17 Agustus 2026 mengatakan Maulid Nabi tidak hanya menjadi kegiatan untuk mengenang kelahiran Rasulullah SAW, tetapi juga menjadi kesempatan bagi umat Islam untuk kembali memahami dan menerapkan ajaran serta keteladanan beliau. Menurutnya, semangat tersebut sangat relevan dengan momentum kemerdekaan yang mengajarkan masyarakat untuk menjaga persatuan dan terus berkontribusi bagi kemajuan bangsa.

"Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan semangat kemerdekaan menjadi momentum untuk meneladani akhlak Rasulullah sekaligus mengisi kemerdekaan dengan iman, persatuan, kepedulian, dan karya nyata bagi bangsa," ungkap Qomar.

Ia menjelaskan bahwa Rasulullah Muhammad SAW merupakan sosok yang memberikan teladan dalam membangun kehidupan yang penuh kasih sayang, kepedulian, kejujuran, dan persaudaraan. Nilai-nilai tersebut dapat diterapkan generasi muda dengan membangun hubungan yang baik, menghargai perbedaan, serta menghindari berbagai perilaku yang dapat memecah persatuan.

Qomar menuturkan bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam meneruskan semangat perjuangan para pendahulu bangsa melalui pendidikan, kreativitas, dan kegiatan yang memberikan dampak positif bagi lingkungan. Dengan menjadikan akhlak Rasulullah sebagai pedoman, generasi muda diharapkan mampu menggunakan kebebasan yang dimiliki secara bertanggung jawab serta tetap berpegang teguh pada nilai-nilai agama.

Menurutnya, semangat kemerdekaan juga tidak cukup hanya diwujudkan melalui kegiatan seremonial, tetapi harus tercermin dalam sikap sehari-hari yang menjunjung tinggi persatuan, gotong royong, toleransi, dan kepedulian terhadap sesama. Sementara itu, peringatan Maulid Nabi dapat menjadi pengingat agar setiap umat Islam terus memperbaiki diri dan menghadirkan nilai-nilai kebaikan di tengah masyarakat.

"Mari kita jadikan keteladanan Rasulullah sebagai semangat untuk membangun generasi yang beriman, berakhlak, dan memiliki kepedulian terhadap bangsa, sehingga kemerdekaan dapat diisi dengan kegiatan yang bermanfaat dan penuh keberkahan," katanya.

Qomar berharap momentum Maulid Nabi dan peringatan kemerdekaan dapat semakin memperkuat kecintaan masyarakat terhadap agama dan bangsa secara bersamaan. Ia mengajak seluruh masyarakat, khususnya generasi muda, untuk terus menjaga persaudaraan, memperkuat persatuan, serta menghasilkan karya nyata sebagai bentuk syukur atas kemerdekaan yang telah diperjuangkan para pendahulu.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....