Keberadaan Listrik dan Teknologi Jadi Ujian Berat Guru Pedalaman
- 06 Agt 2026 08:58 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID,Entikong - Keterbatasan infrastruktur dasar masih menjadi tantangan utama bagi guru yang bertugas di wilayah pedalaman. Guru SMP Negeri 3 Satu Atap (Satap) Toba, Fitrian Widianto, mengatakan pasokan listrik yang belum stabil, terbatasnya akses teknologi, serta jauhnya jarak menuju pasar menjadi kendala yang memengaruhi pelaksanaan tugas mengajar.
"Tantangan terbesar mengajar di pedalaman adalah persoalan listrik. Ketika listrik padam atau belum tersedia secara optimal, kami tidak dapat memanfaatkan komputer, proyektor, maupun perangkat pembelajaran digital sehingga proses belajar harus kembali menggunakan metode konvensional," kata Fitrian Widianto, dalam Dialog RRI Sanggau, Rabu 5 Agustus 2026.
Menurutnya, keterbatasan tersebut membuat guru dituntut lebih kreatif dalam menyampaikan materi agar tujuan pembelajaran tetap tercapai. Berbagai media sederhana dimanfaatkan sebagai alternatif untuk memastikan peserta didik tetap memperoleh materi secara maksimal meski sarana pendukung belum memadai.
"Selain listrik, akses teknologi juga masih menjadi tantangan. Ketersediaan jaringan internet belum merata sehingga kami belum bisa memanfaatkan sumber belajar digital secara optimal, padahal teknologi sangat membantu meningkatkan kualitas pembelajaran," ujarnya.
Fito menjelaskan, tantangan lain yang turut dihadapi adalah jauhnya akses menuju pasar sebagai pusat pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Kondisi tersebut membuat guru harus mengalokasikan waktu dan biaya lebih besar untuk membeli kebutuhan pokok maupun perlengkapan penunjang kegiatan belajar mengajar.
"Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari ataupun membeli perlengkapan sekolah, kami harus menempuh perjalanan yang cukup jauh karena lokasi pasar tidak dekat dari sekolah. Meski demikian, kami tetap berupaya menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab demi memberikan pelayanan pendidikan terbaik kepada para siswa," ungkapnya.
Fito berharap pemerintah terus memperkuat pemerataan pembangunan infrastruktur di wilayah pedalaman, terutama penyediaan listrik yang andal, akses internet, dan sarana transportasi. Menurutnya, dukungan tersebut akan meningkatkan kualitas pembelajaran, memperluas akses pendidikan berbasis teknologi, serta memberikan kesempatan yang lebih setara bagi peserta didik di daerah terpencil untuk berkembang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....