Ini yang Terjadi jika Kabut Asap Melanda

  • 27 Jul 2026 14:30 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Entikong - Musim kemarau di Kalimantan Barat kembali meningkatkan potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan, terutama pada kawasan gambut yang mudah mengering saat curah hujan menurun. Kondisi tersebut menyebabkan kebakaran dapat berlangsung selama berhari-hari bahkan berminggu-minggu serta menghasilkan kabut asap yang menyebar ke berbagai wilayah.

Kabut asap akibat kebakaran gambut mengandung partikel halus atau PM2.5 yang berbahaya apabila terhirup dalam jumlah tinggi dan waktu yang lama. Partikel tersebut mampu masuk hingga ke saluran pernapasan bagian terdalam sehingga meningkatkan risiko infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), batuk, sesak napas, iritasi mata, iritasi tenggorokan, hingga memperburuk kondisi penderita asma dan penyakit paru kronis.

Kelompok yang paling rentan terhadap paparan asap gambut adalah bayi, anak-anak, ibu hamil, lanjut usia, serta masyarakat yang memiliki riwayat penyakit jantung maupun gangguan pernapasan. Pada kelompok tersebut, sistem kekebalan tubuh maupun fungsi organ belum atau tidak lagi bekerja secara optimal sehingga lebih mudah mengalami gangguan kesehatan.

Penggunaan masker yang sesuai, menjaga kebersihan udara di dalam rumah, memperbanyak konsumsi air putih, serta menghindari aktivitas fisik berat di luar ruangan merupakan langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk mengurangi dampak paparan asap. Apabila mengalami gejala seperti sesak napas, batuk berkepanjangan, atau iritasi mata yang tidak kunjung membaik, masyarakat sebaiknya segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan.

Jarak pandang yang menurun dapat meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas, mengganggu transportasi darat maupun udara, serta memengaruhi distribusi barang dan mobilitas masyarakat. Di sektor pendidikan, kegiatan belajar mengajar juga berpotensi terganggu apabila kualitas udara memburuk dalam waktu yang cukup lama sehingga diperlukan langkah antisipasi dari berbagai pihak.

Upaya pencegahan kebakaran lahan gambut memerlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. tidak membuka lahan dengan cara membakar, tidak membuang puntung rokok sembarangan, serta segera melaporkan apabila menemukan titik api merupakan langkah sederhana yang dapat membantu mencegah kebakaran meluas. Edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya kebakaran lahan dan pentingnya menjaga ekosistem gambut juga perlu terus ditingkatkan sebagai bagian dari upaya mitigasi bencana.

Sinergi antara pemerintah, aparat penanggulangan bencana, dunia usaha, dan masyarakat menjadi kunci dalam menekan angka kebakaran hutan dan lahan serta melindungi kesehatan masyarakat. Dengan langkah pencegahan yang konsisten dan kepedulian bersama terhadap lingkungan, dampak kabut asap dapat diminimalkan sehingga kualitas udara tetap terjaga dan aktivitas masyarakat dapat berlangsung dengan aman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....