Sampah Terbuka Picu Gangguan Pernapasan dan Pencemaran Lingkungan

  • 04 Agt 2026 12:22 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID,Entikong - Praktik pembuangan sampah secara terbuka atau open dumping masih menjadi persoalan dalam pengelolaan sampah di sejumlah daerah. Selain tidak memenuhi standar pengelolaan sampah, metode tersebut dinilai berdampak langsung terhadap kesehatan masyarakat dan kualitas lingkungan.

"Asap pembakaran sampah dan gas yang dihasilkan dari proses pembusukan mengandung berbagai zat berbahaya yang dapat memicu batuk, sesak napas, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), hingga memperparah penyakit asma apabila masyarakat terpapar secara terus-menerus," ungkap Suharno, Dosen Kesehatan Lingkungan (Kesling) Poltekkes Pontianak, dalam Dialog Sanggau Menyapa RRI Sanggau, Selasa 4 Agustus 2026.

Menurutnya, masyarakat yang bermukim di sekitar lokasi pembuangan sampah menjadi kelompok paling rentan terdampak pencemaran udara. Paparan polutan dalam jangka panjang berpotensi menurunkan kualitas kesehatan, terutama pada anak-anak, lanjut usia, dan kelompok dengan daya tahan tubuh rendah.

"Selain berdampak terhadap kesehatan, open dumping juga menjadi sumber pencemaran lingkungan. Lindi yang dihasilkan dari timbunan sampah berpotensi mencemari tanah dan sumber air. Sementara itu, tumpukan sampah yang tidak dikelola dengan baik menjadi habitat berkembang biaknya lalat, tikus, dan berbagai vektor pembawa penyakit," katanya.

Suharno menjelaskan pencemaran akibat open dumping tidak hanya terjadi pada udara, tetapi juga merusak kualitas tanah dan sumber air di sekitarnya. Apabila kondisi tersebut terus dibiarkan, dampaknya dapat mengganggu keseimbangan ekosistem sekaligus menurunkan kualitas hidup masyarakat dalam jangka panjang.

"Pengelolaan sampah harus beralih dari sistem open dumping menuju sistem yang memenuhi kaidah sanitasi melalui pemilahan, pengurangan, pemanfaatan kembali, daur ulang, hingga pengolahan yang tepat. Upaya tersebut menjadi langkah penting untuk menekan risiko penyakit sekaligus mencegah pencemaran lingkungan yang semakin meluas," ungkapnya.

Suharno menegaskan, penerapan pengelolaan sampah yang berkelanjutan dinilai memerlukan sinergi antara pemerintah, pengelola tempat pemrosesan akhir, dan masyarakat. Dengan komitmen bersama, pengelolaan sampah yang lebih baik diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, serta mendukung kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....