Jempol di Medsos Bisa Jadi Dosa yang Tak Disadari

  • 22 Mei 2026 15:18 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Entikong - Menjelang Hari Raya Iduladha 2026, masyarakat diingatkan bahwa menjaga lisan tidak hanya berlaku dalam percakapan langsung, tetapi juga di media sosial. Di era digital saat ini, satu komentar atau unggahan dinilai bisa melukai orang lain tanpa disadari.

Pelaksana KUA Kecamatan Kapuas, Muhiban, mengatakan kepedulian sosial tidak selalu diwujudkan dengan materi ataupun bantuan fisik. Menjaga ucapan dan perilaku di media sosial juga menjadi bentuk ibadah sosial yang penting diterapkan masyarakat.

“Kadang kita merasa hanya bercanda di media sosial, tetapi tanpa sadar bisa menyakiti hati orang lain. Padahal kalau belum mampu membantu, minimal jangan menyakiti sesama,” ungkap Muhiban dalam Obrolan Mutiara Pagi RRI Sanggau, Jumat 22 Mei 2026.

Dikatakan, perkembangan teknologi membuat masyarakat semakin mudah menyampaikan pendapat secara terbuka di ruang digital. Namun di sisi lain, kondisi itu juga memunculkan banyak konflik akibat kurangnya kontrol dalam berbicara maupun menulis.

“Sekarang cukup dengan gerakan jari, seseorang bisa membuat orang lain sedih atau tersinggung. Karena itu, cerdas bermedia sosial menjadi bagian penting dalam menjaga hubungan antarsesama,” katanya.

Dikatakan Muhiban, momentum Iduladha seharusnya menjadi waktu untuk memperkuat rasa cinta, empati, dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Semangat berbagi tidak akan berarti apabila masih disertai perilaku yang menyakiti orang lain.

“Kalau kita ingin hidup damai dan penuh keberkahan, maka jagalah sikap dan perkataan kita kepada siapa pun,” ungkapnya.

Muhiban mengajak masyarakat memanfaatkan media sosial untuk menyebarkan pesan positif, mempererat persaudaraan, dan menebarkan semangat saling membantu menjelang hari raya. Ia berharap ruang digital dapat menjadi sarana memperkuat persatuan, bukan sebaliknya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....