Kekuatan Bersyukur Sebagai Wujud Iman kepada Allah

  • 19 Mei 2026 12:21 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Entikong - Rasa syukur menjadi kekuatan penting dalam menjalani kehidupan sehari-hari karena mampu menumbuhkan pikiran positif dan ketenangan hati dalam berbagai situasi kehidupan yang sering dihadapi. Kebiasaan bersyukur juga dipercaya dapat membuat hidup terasa lebih bermakna serta membantu seseorang menghadapi berbagai tantangan dengan lebih baik.

Pelaksana KUA Kecamatan Sekayam, Santoso, menjelaskan bahwa terdapat berbagai bentuk syukur yang wajib dijalani setiap umat, salah satunya adalah bersyukur dengan hati, yakni menerima dan menyadari bahwa segala nikmat yang diberikan oleh Allah SWT patut untuk disyukuri. Menurutnya, rasa syukur yang tumbuh dapat menjadi dasar untuk menjalani kehidupan dengan lebih ikhlas.

" Ada beragam syukur yang wajib kita jalani yang pertama syukur dengan hati yakni segala nikmat baik itu harta nikmat iman, baik besar ataupun kecil itu kita yakini bahwa semuanya datang dari Allah," kata Santoso dalam Obrolan Mutiara Pagi RRI Sanggau, Selasa 19 Mei 2026.

Selain itu, katanya, syukur yang kedua adalah dengan mengungkapkan rasa terima kasih dan memuji Allah SWT atas segala nikmat yang telah diberikan. Syukur melalui ucapan dapat diwujudkan dengan memperbanyak doa, dzikir, serta perkataan baik yang mencerminkan rasa ikhlas dan penghargaan atas karunia yang diterima dalam kehidupan sehari-hari, sehingga lisan menjadi lebih terjaga.

"Syukur dengan lisan, mengucapkan dengan puji - pujian mendengar setiap seseorang memperoleh nikmat maka mengcucapkan Alhamdullilah, segala puji bagi Allah dan ini salah satu hal yang luar biasa salah satu spontanitas," jelasnya.

Santoso menjelaskan bahwa bentuk syukur berikutnya adalah syukur dengan perbuatan, yaitu dengan menggunakan nikmat yang diberikan sesuai dengan kehendak Allah SWT sebagai pemberi nikmat. Hal tersebut dapat diwujudkan, misalnya dengan menggunakan mata untuk melihat hal-hal yang baik dan menjauhi segala sesuatu yang dilarang atau tidak bermanfaat.

Bersykur dengan perbuatan, kita menggunakan nimat tersebut sesuai dengan kehendak pemberi nikmat misalnya menggunakan mata untuk melihat yang baik dan tidak menggunakan mata untuk melihat hal - hal yang di larang," ungkapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....