Mengajar Anak TK Itu Seni, Strategi Menaklukkan Beragam Karakter Balita
- 19 Apr 2026 15:21 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID, Entikong - Mengajar anak usia dini bukan semata soal mentransfer pengetahuan, melainkan menyelami dunia mereka yang sarat imajinasi, emosi, dan keunikan perilaku. Diperlukan kesabaran yang lapang, kreativitas yang tak terbatas, serta pendekatan personal yang hangat agar setiap proses belajar terasa menyenangkan, bermakna, dan membekas dalam perkembangan mereka.
Kepala Sekolah TK Protaba Islamic School Singkawang, Sherina, membagikan pengalamannya dalam menghadapi ragam karakter anak pada fase emas perkembangan yang penuh dinamika. Setiap anak memiliki keunikan tersendiri, sehingga memerlukan pendekatan belajar yang berbeda, adaptif, dan penuh pemahaman.
"Kalau untuk tantangan sendiri itu pastinya karakter anak itu beda-beda, jadi otomatis tantangannya tersendiri itu PDKT dan bonding sama mereka agar tahu cara belajar yang mereka suka," ungkap Sherina dalam Obrolan Sore Ceria Pro 2 RRI Sanggau, Jumat 17 April 2026.
Sherina menjelaskan bahwa pendekatan personal menjadi fondasi utama dalam menciptakan suasana belajar yang nyaman dan menyenangkan bagi anak. Seorang guru dituntut mampu menyesuaikan metode pembelajaran secara fleksibel sesuai dengan karakter, kebutuhan, dan gaya belajar masing-masing anak.
"Misalnya si A sukanya belajar sambil main, si B maunya fokus saja. Jadi kita harus tahu dulu karakter mereka agar proses belajar tidak terasa membebani," ucapnya.
Ia menyampaikan, tantangan lain juga kerap muncul dari kondisi emosional anak yang dinamis dan mudah berubah dalam waktu singkat. Seorang guru perlu memiliki empati yang tinggi serta kepekaan emosional agar mampu memahami suasana hati anak setiap harinya dengan bijak.
"Anak usia dini itu moodnya berubah-ubah, hari ini tidak mau sekolah, besok mau lagi. Jadi kita sebagai guru harus mengerti dan tidak memaksakan," katanya.
Momen paling berkesan baginya adalah ketika menyaksikan antusiasme anak-anak yang begitu tulus dalam mengikuti kegiatan belajar yang interaktif dan menyenangkan. Kilau semangat dan keceriaan tersebut menjadi kepuasan batin tersendiri yang tak ternilai bagi seorang pendidik.
Sherina menekankan bahwa kesabaran yang luas dan ketulusan hati merupakan kunci utama dalam mendidik anak usia dini. Ia berharap para calon guru dapat memahami bahwa profesi ini bukan sekadar rutinitas pekerjaan, melainkan sebuah panggilan jiwa untuk membentuk generasi masa depan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....