Rezeki Bukan Sekadar Harta, Ini Tingkatannya

  • 17 Apr 2026 16:41 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Entikong Pemahaman tentang rezeki dalam Islam tidak hanya terbatas pada harta dan materi. Lebih luas dari itu, rezeki mencakup kesehatan, keturunan, hingga ketenangan hati yang menjadi bagian penting dalam kehidupan seorang muslim. Para ulama menegaskan, setiap bentuk rezeki memiliki nilai dan kedudukan yang berbeda.

Kesehatan, misalnya, dinilai memiliki posisi lebih tinggi dibandingkan harta. Kondisi fisik yang prima menjadi fondasi utama dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, baik dalam bekerja maupun beribadah. Tanpa kesehatan, berbagai aktivitas menjadi terbatas dan tidak dapat dijalankan secara optimal.

Sementara itu, anak yang saleh dan salehah disebut sebagai rezeki paling utama. Selain menghadirkan kebahagiaan di dunia, kehadiran anak yang baik juga menjadi investasi akhirat bagi orang tua melalui doa, akhlak, serta amal kebaikan yang terus berlanjut.

Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan Mukok Eko Setyo Nugroho, dalam program Obrolan Mutiara Pagi RRI SP Sanggau, Jumat 17 April 2026 menjelaskan bahwa harta berada pada tingkatan rezeki paling rendah. Selanjutnya diikuti kesehatan, kemudian anak saleh sebagai rezeki utama, dan ridha Allah SWT sebagai rezeki paling sempurna.

“Rezeki itu bertingkat, harta paling rendah, kesehatan lebih tinggi, anak saleh paling utama, dan ridha Allah adalah yang paling sempurna,” ujarnya.

Menurutnya, pemahaman terhadap tingkatan rezeki menjadi penting agar manusia tidak terjebak pada orientasi materi semata. Kesadaran ini diharapkan mampu menumbuhkan rasa syukur sekaligus mendorong seseorang untuk menjaga setiap nikmat yang telah diberikan.

Eko juga mengingatkan bahwa harta tetap merupakan amanah yang harus dikelola dengan bijak. Harta tidak seharusnya dijadikan tujuan akhir kehidupan, melainkan sebagai sarana untuk meraih keberkahan dan ridha Allah SWT.

Setiap rezeki, lanjutnya, akan dimintai pertanggungjawaban. Oleh karena itu, umat Islam diimbau untuk mencari rezeki dengan cara yang halal serta memanfaatkannya untuk hal-hal yang membawa kebaikan.

Dengan pemahaman yang utuh tentang rezeki, kata Eko, masyarakat diharapkan mampu menjalani kehidupan secara lebih seimbang. Dan pemahaman akan hal tersebut tidak hanya mengejar materi, tetapi juga memperhatikan kesehatan, keluarga, dan nilai-nilai spiritual.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....