Santri Tak Hanya Hafal Al-Qur’an, namun Disiapkan Hadapi Kehidupan Duniawi

  • 15 Apr 2026 13:32 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Entikong - Pendidikan pesantren saat ini tidak hanya berfokus pada kemampuan menghafal Al-Qur’an semata, tetapi juga membentuk santri agar siap menghadapi berbagai tantangan kehidupan duniawi. Konsep pendidikan ini menekankan keseimbangan antara penguatan spiritual dan keterampilan hidup yang dibutuhkan di tengah masyarakat.

Guru Tahfiz Pondok Al-Mukhlishin Antibar Kabupaten Mempawah, Rainold Renaldi, menjelaskan bahwa santri tidak hanya dibina untuk menjadi penghafal Al-Qur’an, tetapi juga dipersiapkan agar memiliki bekal kehidupan yang luas. Pesantren memiliki peran penting dalam membentuk karakter, kedisiplinan, serta kemandirian santri sebagai bekal untuk menghadapi kehidupan di tengah masyarakat.

“Santri di sini tidak hanya diarahkan untuk menghafal Al-Qur’an, tetapi juga dibekali berbagai keterampilan agar siap menghadapi kehidupan di luar pesantren. Jadi mereka tidak hanya kuat dalam hafalan, tetapi juga memiliki kemampuan duniawi,” ungkap Rainold dalam Obrolan Sore Ceria Pro 2 RRI Sanggau, Selasa, 14 April 2026.

Ia menjelaskan bahwa berbagai kegiatan ekstrakurikuler menjadi bagian penting dalam proses pendidikan di pesantren sebagai sarana penunjang pembentukan karakter santri. Santri diberikan ruang yang luas untuk mengembangkan minat dan bakat sesuai dengan potensi masing-masing, sehingga mereka dapat tumbuh secara seimbang antara kemampuan akademik, spiritual, dan keterampilan diri.

“Santri juga mengikuti berbagai kegiatan seperti olahraga, silat, dan marching band sebagai wadah pengembangan diri. Hal ini membuat mereka tidak hanya fokus pada hafalan, tetapi juga aktif dalam kegiatan lain,” jelasnya.

Keseimbangan antara ilmu agama dan keterampilan duniawi, kata Rainold, sangat penting dalam membentuk generasi yang utuh dan berdaya saing. Santri perlu memiliki kemampuan adaptasi yang baik di tengah perkembangan zaman yang semakin dinamis, sehingga tidak hanya kuat secara spiritual, tetapi juga siap menghadapi berbagai tantangan kehidupan modern.

“Santri harus dibentuk menjadi pribadi yang seimbang, tidak hanya kuat dalam ilmu agama tetapi juga siap menghadapi tantangan kehidupan sehari-hari. Dengan begitu, mereka bisa bermanfaat di masyarakat,” katanya.

Rainold berharap pesantren dapat terus berkembang menjadi lembaga pendidikan yang konsisten melahirkan generasi Qur’ani yang tidak hanya unggul dalam kecerdasan spiritual. Tetapi juga memiliki daya saing yang kuat, kemandirian, serta kemampuan untuk berkontribusi secara nyata dalam kehidupan duniawi di tengah dinamika masyarakat modern.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....