Kelola Limbah dari Rumah, Kurangi Beban Lingkungan
- 13 Apr 2026 12:41 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID, Entikong - Pengelolaan limbah organik menjadi perhatian penting di tengah meningkatnya volume sampah rumah tangga, terutama di Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat. Pemanfaatan limbah sebagai pupuk organik dinilai mampu mengurangi beban lingkungan sekaligus memberikan nilai tambah.
Dosen Pengelolaan Hasil Perkebunan PSDKU Sanggau, Intan Aisyah mengatakan bahwa pemilahan dan pengolahan limbah perlu menjadi kebiasaan masyarakat. Ia melihat masih rendahnya kesadaran dalam mengelola sampah organik secara optimal.
“Ketika sampah organik dan anorganik tercampur, jumlahnya akan semakin sulit dikendalikan dan berdampak pada lingkungan. Dengan mengolah limbah organik, kita bisa mengurangi volume sampah sekaligus memberi manfaat,” ungkap Intan dalam program Green Radio, Pro 1 RRI Sanggau, Sabtu 11 April 2026.
Ia jelaskan bahwa membuang limbah organik sembarangan, terutama ke sungai, dapat memicu masalah baru. Penumpukan limbah dapat menyebabkan pencemaran terhadap ekosistem di dalamnya, hingga bencana lingkungan.
“Membuang limbah organik ke sungai bukan solusi karena akan menumpuk dan berpotensi menimbulkan bencana. Sebaiknya limbah tersebut dikelola di lahan sendiri dengan proses penguraian yang tepat,” ungkapnya.
Ia mengatakan penggunaan bioaktivator seperti EM4 dapat membantu mempercepat proses penguraian. Tanpa proses ini, limbah berpotensi membusuk dan menimbulkan masalah seperti bau dan munculnya hama.
“Bioaktivator membantu mempercepat penguraian limbah agar tidak membusuk dan menimbulkan ulat. Ini penting agar prosesnya lebih efektif dan hasilnya bisa dimanfaatkan sebagai pupuk,” katanya.
Intan berharap masyarakat Sanggau mulai lebih peduli terhadap pengelolaan limbah dari sumbernya. Kesadaran ini diharapkan mampu menekan dampak kerusakan lingkungan sekaligus menciptakan kebiasaan hidup sehat yang berkelanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....